"Sampaikan walau hanya 1 ayat"

Ustadz Syafiq Riza Basalamah
.
Istri yang selalu berprasangka buruk terhadap suami, akan menodai hakikat pernikahan yang dibangun atas dasar kepercayaan. Berbagai tidakan seperti mengintip HP, Facebook, Whats up, dan lainnya yang merupakan hak privasi suami adalah salah satu hal yang kurang baik.

Selain melanggar hak peribadi suami, tindakan itu juga menggalakkan pertikaian antara suami isteri. Tidak heranlah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sangat membenci perbuatan ini.

Rasulullah Saw. bersabda : “Berhati-hatilah kalian daripada tindakan berprasangka buruk kerana prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari keburukan orang lain, saling intip-mengintip, saling mendengki, saling membelakangi dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” Prasangka buruk atau tajassus, sebagaimana menurut Abu Hatim bin Hibban al-Busti menjelaskan dalam kitabnya Raudhah al-‘Uqala’: “Tajassus adalah cabang daripada kemunafikan, seperti sebaliknya prasangka yang baik adalah cabang daripada keimanan.

Orang yang berakal akan berprasangka baik kepada saudaranya, dan tidak mau membuatnya sedih dan berduka, sedangkan orang yang bodoh akan selalu berprasangka buruk kepada saudaranya dan tidak segan-segan berbuat jahat dan membuatnya menderita.” Prasangka buruk dalam rumah tangga akan membuat kehidupan rumah tangga tidak berjalan baik. Suami akan merasa tidak nyaman. Dan jauh lebih buruk lagi justru istri tidak pernah merasa tentram dan selalu tertekan. Hal tersebut akan merusak visi dan misi pernikahan yang sebelumnya dsepakati.
.
Supported by @berbagisemangat
Media Inspirasi Motivasi dan Edukasi
.
.
#Credit @yuslimlahudinahmad
#BerbagiSemangat #Inspirasi #Motivasi #Edukasi

9

0

The end of the page