Moh Faisal@anak1.000pulau

17 januari 1999
PHP (Penyala Harapan Pesisir)
0853-5946-8919

Saya malu disebut alumni

Entahlah, rasa kagum saya pada para kakak kelas yang telah menjadi alumni menguap bersama maraknya sifat 'egoisme'. Para alumni berkharisma yang sering saya impikan entah di mana rimbanya. Saya yakin mereka masih ada dan bahkan banyak, namun tak nampak nyata atau hanya diam semata.

Saya merasa kehilangan sosok idola yang dulu saya puja-puja pada saat masih sekolah. Semua alumni kini terlihat sama. Namun, saya harus MINTA MAAF, karena dalam pandangan saya, alumni yang saya temui tak ada lagi yang spesial. Tak ada lagi yang membuat kagum ketika memandang mereka.

Meskipun saya kehilangan sosok idola, bukan berarti saya juga kehilangan rasa untuk tetap menikmati sekolah walau itu tak sering. Saya masih suka menikmati AC (angin cepoi-cepoi) di bawah pohon. Menghirup segarnya udara sekolah. Saya tak pernah kehilangan rasa semangat untuk ke sekolah bertemu dengan guru-guru ataupun bahkan hanya untuk menghirup dan menikmati AC di sekolah yang selalu sama. Sejuk.

Sekolah, guru, teman-teman, dan hal-hal yang tercipta selalu membawa kehangatan. Seperti hangatnya rasa saat di rumah. Iya, karena sekolah adalah rumah bagi setiap siswa, bukan hanya saya atau milik mereka, tetapi milik kita semua.

Apakah kalian juga masih memiliki rasa yang sama? Rasa hangat saat di sekolah? Beruntunglah kalian, karena sekarang rasa itu perlahan mulai memudar. ‘Rumah’ saya yang dulu perlahan mulai hilang.

Saya kehilangan hangatnya sapaan yang dulu saya temui di lingkungan sekolah. Tak lagi ada obrolan hangat dengan teman sekelas atau kakak kelas.

Terlalu banyak yang menjadi alumni. Terlalu banyak alumni yang sibuk dengan urusan pribadi mereka daripada berinteraksi dengan lingkungan sekolah. Yang kadang membuat kesal, ada orang yang tak tahu aturan. Datang ke sekolah hanya untuk sekedar jalan-jalan dan berfoto selfie terus di upload untuk ditunjukkan ke teman-teman nya yang lain.

Sudahlah, mungkin pandangan saya tentang alumni terlalu kuno atau mungkin terlalu berlebihan.

Sosok kakak kelas idola yang telah menjadi alumni sudah tak lagi saya temui. Kehangatan di sekolah pun sudah kurang saya dapati seperti dulu lagi. Karena itu, saya malu jika disebut 'alumni'.


5

Pulau kaleroang
-
-
Pulau ini merupakan salah satu pulau terjauh dari sekian pulau yang pernah saya datangi sampai saat ini, pulau ini terletak di kabupaten Morowali kecamatan Bungku Selatan provinsi Sulawesi Tengah -
Untuk dapat mencapai pulau ini kita bisa menggunakan kapal penumpang dari Bungku yang bisa langsung bersandar di dermaga yang ada di pulau ini dengan biaya 65000/org tapi sayangnya jadwal keberangkatannya hanya seminggu sekali yaitu pada malam minggu, tapi tenang jika kita tak sempat dapat jadwalnya tsb kita bisa naik kapal masyarakat dari pulau ini yang setiap hari dari pagi hingga siang bahkan sore menunggu penumpang di pelabuhan tandaoleo dengan biaya 50000/org dgn waktu tempuh sampai 1 jam, cuman jarak pelabuhan nya kalau dari bungku membutuhkan waktu hingga 3 jam menggunakan mobil penumpang dan tentunya harus mengeluarkan biaya lagi yaitu 50000/org.
-
Sesampainya disana kita dapat menyaksikan keramaian warga setempat yang berburu jaringan HP di dermaga untuk menelfon, disana dermaga layaknya sebuah warnet tempat berkumpulnya orang-orang untuk internetan tapi disana bedanya orang-orang berkumpul hanya untuk sekedar mencari jaringan HP yg amat susah untuk didapatkan. Disana selain jaringan yang susah didapatkan, juga air bersih yang masih sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk disana dan tak luput listrik yang hanya hidup malam hari dan itupun bergilir, jadi setiap malam ada satu RT yang padam listriknya.
-
Untuk sarana dan prasarana alhamdulillah disana sudah cukup memadai, mulai dari masjid; sekolah yang terdiri dari SD dan SMP; pasar; kantor desa; puskesmas; dan beberapa bulan lalu dibangun jembatan yang cukup panjang yang mencapai 1atau 2 KM yang menghubungkan pulau kaleroang dengan pulau paku.
-
Tak luput pula disana itu masyarakatnya insya Allah ramah dan baik semua, jadi jika tiba dan berdiam disana untuk beberapa hari cukup mengamalkan 3S (senyum, sapa, salam) agar warga disana welcome dengan kita.
-
Terimakasih @rubalang telah membantu saya untuk menambah satu lagi pulau yang pernah saya datangi di #Indonesia
@anak1.000pulau
#MenyalakanHarapanPesisir
#PetualangMudaPenggerakPerubahan


8

"Sejenak Memahami Perjalanan"
---
Dalam sebuah perjalanan hendaklah singgah walaupun hanya sejenak untuk sekadar memahami jalan yang engkau telah lewati dibelakang dan jalan yang akan dilewati didepan.
-
Sesungguhnya jalan yang telah dilewati dibelakang begitu sulit, mulai dari melalui jalan yang mulus dengan penuh keramaian disekitarnya, mulai melewati jalan yang mulus tapi sunyi, terus kejalan yang mulus sunyi dan mulai berliku dan menanjak, lanjut lagi kejalan yang mulai berlubang berliku menanjak dan ramai tapi rasa sunyi. Itulah segelintir proses perjalanan yang telah dilewati dibelakang dan masih ada jalan yang akan dilewati berikutnya didepan.
-
Mulailah singgah sejenak untuk istirahat dari separuh perjalanan yang telah dilewati sembari melihat perjalanan yang akan dilalui didepan. Jalan didepan nampaknya belum menunjukkan ujungnya dan malah menunjukkan lika-likunya dan hamparan kesunyiannya.
-
Itulah sekilas proses perjalanan yang telah dilewati dibelakang yang penuh dengan karakteristik sendiri tak luput makna yang terkandung sendiri. Dan jalan yang akan dilewati berikutnya didepan yang tak luput pula dari sisi rahasianya sendiri.
-
Dan yakinlah jalan yang telah engkau lewati dibelakang memang begitu sulit tapi sesulit apapun itu tdk akan membuat semangat mu berkurang tapi malah bertambah untuk terus melewati jalan berikutnya yang ada didepan yang masih penuh dengan tanda tanya(?)
-
Semangat untuk terus memahami perjalanan mu💪👊🔥
-
#BelajarMemahami
#BukanPerjalananBiasa
#EkspedisiSangginora
#Poso @like_poso
#Sul_teng @like_sulawesi__
#Indonesia


5

Menyapa Indonesia...
.
.
Teringat suatu cerita anggaplah namanya abu, ia bercerita tentang seorang anak yang ditemani kawannya untuk mengantarkan makan siang untuk bapaknya. Sesampainya dipondok tempat dimana sang bapak akan makan, ia mulai berteriak dengan kencang "paaaaaak ini makaaaan", ia terus berteriak dengan lantangnya hingga beberapa kali, "paaaak ini makaaaaaan, paaaaaaaak". Dikarenakan jarak bapaknya yang begitu jauh darinya jadi bapaknya tidak mendengarkan teriakannya. Tak disangka kawannya tadi memberikannya sebuah teropong kepadanya dan berkata "ini kau pake eee", dengan penasaran iapun langsung menggunakannya untuk melihat bapaknya dan ternyata alhasil bapaknya terlihat amat dekat seperti didepannya, dengan kepolosan kemudian ia mulai menyapa bapaknya dengan suara pelan "paak ini makanan", dengan anggapan bapaknya memang nyata berada didepannya sehingga ia dapat mendengar sapaannya. Padahal itu hanya sekedar efek pembesaran dari lensa yang ada diteropong tadi.
.
.
Tak peduli cerita diatas benar atau tidak, yang terpenting satu yang dapat kita ambil dari cerita diatas yaitu "dengan bantuan teropong kita bisa menyapa Indonesia dari dekat" walaupun kenyataannya itu hanya efek teropong semata, tapi dengan teropong itulah kita dapat tersugesti bahwa pada dasarnya Indonesia memang sangat dekat dengan kita dan kita sangatlah mudah untuk "menyapa nya" tanpa harus berteriak teriak agar dapat didengar. Karenaa.....
"Dimana bumi dipijak dan dimana langit dijunjung maka disitulah Indonesia".
.
.
Tapi itu bukan alasan untuk kita terus berdiam diri ditempat ternyaman yang kita miliki sekarang dan hanya berharap dengan teropong saja agar kita bisa menyapa Indonesia, karena pada dasarnya teropong juga mempunyai skala pembesaran tersendiri yang mempunyai batas. Alangkah baiknya kita terus berpindah tempat untuk menyapa Indonesia dan tidak fokus diposisi ternyaman yang kita miliki Sekarang, karena untuk memahami sesuatu itu harus terus menyapanya dan menyapa harus dari posisi atau sudut pandang yang berbeda-beda.
.
.
Haaaaaii Indonesia....
.
.
#MenyapaIndonesia
#BergeraklahDariZonaNyaman
#Sulteng
#Indonesia
#Anak1000Pulau


3

Terselip sebuah kegiatan kecil nan ringan tapi mungkin akan menjadi yang paling memberangkatkan ditimbangan kebaikan kelak... Aamiin
.
Jangan mengambil sesuatu selain gambar
Jangan membunuh sesuatu kecuali waktu
Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak
.
Sampahmu adalah tanggung jawabmu, jangan jadikan gunung sebagai tumbalnya. Kemasi sampahmu, bawa kembali ke bawah, dan buanglah pada tempat sampah.
Selalu bawa trashbag agar sampahmu tak berceceran. Kalau perlu, pungut juga sampah-sampah yang kamu temui selama pendakian.
Tegur secara halus mereka yang membuang sampah sembarangan.
.
.
#JagalahKebersihan
#Mantantimali
#Palu
#Indonesia


2

"Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik." Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah "DOSA" setiap orang terdidik yang dimiliki Republik ini. Anak-anak Nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.
(Anies Baswedan, Indonesia Mengajar)
.
.
"Kau bisa membayar orang untuk mengajar, tapi kau tak bisa membayar mereka untuk peduli"
(Marva Collins)
.
Maputi menginspirasi...............
Dari maputi, untuk Indonesiaaa.
.
#MerangkulAsaAnakNegeri
#MenyalakanHarapanPesisir
#PulauMaputi
#RTE2018
#Rubalang
#Indonesia


1

Petualang Laut
.
Minggu 28 Januari 2018 pukul 10:55 WITA merupakan waktu dimana kali pertamaku mengarungi lautan menuju suatu pulau yang penuh dengan tanda tanya dengan menggunakan kapal kecil, pulau dimana tempat kami akan mengenal Indonesia lebih dekat.
.
.
Bertengger diujung dermaga sebuah kapal besar yang mungkin akan menjadi kendaraan kami untuk menuju pulau rahasia tersebut dan mulailah kami naik satu persatu kekapal tersebut dengan secara perlahan, tapi tak terduga ABK kapal tersebut malah menyuruh kami menyebrang kekapal kecil yang berada disebelahnya, "oooooowh nda masalah" kataku. Dengan penuh keberanian dan kesombongan menaiki kapal kecil tersebut.
.
Kapal pun mulai mengarungi lautan Indonesia yang begitu indah disertai dengan senyuman demi senyuman muncul dari para petualang-petualang laut, lama kelamaan senyuman tersebut mulai bergantian dengan penuh kecemasan disertai muka-muka yang pucat.
.
Menit demi menit terlewati, meter demi meter lautan terlewati, tapi pulau rahasia tersebut takunjung batang hidungnya. Air laut mulai menunjukkan warna toskahnya yang menandakan kedalamnya amat dalam dan ombaknya pun amat tinggi, hal tersebut membuat kapal kecil kami mulai terombang ambing kekiri dan kekanan, tangankupun mulai memegang kekiri dan kekanan demi keselamatan dikarenakan ombak yang begitu tinggi dan terutama ketidaktahuan ku dalam berenang yang membuat mukaku semakin pucat dan genggamankupun semakin erat memegang kayu yang berada disamping kiri dan kananku, hal tersebutpun terus kulakukan demi keselamatan ku.
.
Beberapa lama kemudian pulau tersebut menampakkan wujudnya, mulailah muka pucat ku tergantikan dengan senyuman tapi genggaman eratku dengan kayu tak terhentikan dengan penuh kecemasan dengan terus terombang-ambing nya kapal kecil kami dilautan untuk demi menuju pulau tersebut.
.
Hampir satu jam lamanya kamipun sampai dipulau tersebut dan mengakhiri genggamanku dikayu dan membuatku lengah telah sampai dipulau dengan selamat sentosa dan Alhamdulillah kayu yang menjadi peganganku belum patah.
.
Itulah pulau maputi
.
Maputi menginspirasi....
Dari maputi untuk Indonesia
#PulauMaputi
#RTE2018
#RUBALANG


4

Indonesia ternyata mereka belum mengenalmu lagi.
-
Setelah peristiwa 3 tahun lalu "sampaikan salamku untuk indonesia" ucap salah seorang anak di sebuah pulau yang menurutku masih terbilang dekat dari akses kota ibu kota. Kita di agenda yg sama dgn 3 tahun lalu pulau itu kembali menjadi destinasi ekspedisi pendidikan Rubalang The Explore 2018. Meskipun tempat yang sama kami percaya bahwa setiap moment memiliki citarasa sendiri. Kami datang dengan membawa energi lebih dari sebelumnya itu terbukti dari segala persiapan yg ada.
-
Sama seperti sebelumnya agenda RTE 2018 ini tentu di konsep dengan apik dan menarik, belajar dari pelaksanaan sebelumnya kami terus memperbaiki diri guna tagline *menyalakan harapan pesisir* bisa terkristalilsasi secara mendalam. Belajar dari tahun sebelmnya maka pengadaan bebera kelas kami lakukan sampai pada yang namanya *"Kelas Kebangsaan"* yang di bawakan oleh salah seorang kaka dari tim kami.. Beberapa pengetahuan pengantar sudah di ucapkan dan sampailah pada dua pertanyaan yang membuat beberapa tim tergelak sekalgus tertegun miris..
K : "Adik-adik ada berapa pulau besar di Indonesia..?"
Ad : "Ada 3 kaka".. "Pulau Pangalasiang, Pulau Maputi dan Pulau Tunggolobibi"
-
K : "Siapa Presiden Indonesia.?"
Ad : "Pa Kasman Lasa kaka"
-
Dua pertanyaan itu yg membuat kami berpikir salah siapa ini.. entahlah menurut kami mereka tidak sepenuhnya salah karna 3 pulau itu memang yg ada di sekitar mereka, dan nama Bupati Donggal menjadi yg dikenal dan di idolakan pun wajar karena memang sosok beliau lah yg dekat dengan mereka.. Apa yg keluar dari mulut" imut, tawa kecil, mereka itu murni jujur dari apa yg mereka lihat dan rasakan. Semoga seiring waktu mereka akan belajar, kita akan belajar juga dan semua akan belajar mencintai dan mengenal Negeri ini. Kalau bukan kita lantas siap lagi..
-
Indonesia mungkin kau terlalu bersahaja hingga tak menampakan dirimua. Kami sudah hidup berpijak di tanahmu, minum airmu, dan hidup dari sumber daya lainnya (begitu kata salah seorang kaka) maka sepertinya tanggung jawab untuk terus mencintaimu menjadi tanggung jawab mutlak yang akan terus di sertai kristalisasi nilai"mu Indonesia. -
"Retno Budiasih, Ka Reret"


0

Orang hebat
.
Sampai sekarang saya belum mengerti apa parameter seseorang tersebut dikatakan hebat, entah karena ciptaannya, karyanya, perilakunya atau mungkin parameter yang lain.
.
Entahlah apa parameternya, bagi saya cukuplah kita berteman dengan orang-orang hebat maka kita juga akan dikatakan orang hebat pula, karena insya Allah kehebatan mereka akan tertular kepada kita pula. Amiin
.
Teruslah menebar kebermanfaatan wahai orang-orang hebat.
Teruslah menyalakan harapan anak-anak pesisir wahai orang-orang hebat.
.
INGAT TIDAK ADA YANG KEBETULAN DALAM HIDUP INI
.
#RTE2018
#rubalang
#pulaupangalasing
#pulaumaputi
#pulautuguan
#merangkulasaanaknegeri
#anaklampasinura
#semangatmembangunnegeri
#jampassaorang
#maputimenginspirasi


8

Menyentuh matahari

Suatu pengalaman yg tak akan terlupakan terombang ambing ditengah lautan dengan angin yang terus berhembus kencang tanpa hentinya...
.
Seketika teringat permainan bersama anak-anak di pulau maputi yaitu "obak keriiii, obak kekanaaaaan", tapi disini saya merasakan permainan itu yang sebenarnya terombang ambing ditengah lautan dengan hempasan ombak ke kiri dan kekanan...
.
Tapi hempasan itu semua disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa indah dari sunset diselat Makasar yang pertama kalinya saya melihatnya secara langsung...
.
Satu pelajaran yang saya dapat tarik dari keadaan ini yaitu, untuk mendapatkan sesuatu yang luar biasa harus menghadapi resiko yang luar biasa pula...
.
#SunsetSelatMakasar
#PenyalaHarapanPesisir
#RTE2018
#RUBALANG


3

Ahh...... cuman begitu, apa susahnya sih??
.
Itulah kalimat yang kerap kita dengarkan dari mulut-mulut sang perusak semangat para generasi penggerak perubahan, yang ketika kita melakukan sesuatu yg bagi segelintir orang itu mudah bahkan sangat mudah bagi mereka untuk melakukannya, tapi kenyataannya mereka yang mengatakan seperti itu hanya bisa mengatakan saja tanpa bisa melakukannya, disisi lain ketika kita melakukan sesuatu meraka hanya bisa mengatakan"Ahh...... cuman begitu, apa susahnya sih??" Tanpa bisa melakukan apa yang kita lakukan.
.
#PetualangMudaPenggerakPerubahan
#PenyalaHarapanPesisir
#GYF4_SocialProject
#RUBALANG


0

Segala Puji Bagi Tuhan Yang Maha Esa,
Beriring syukur penuh makna
atas segala anugerah di Tahun 2017.
🙏☺️☺️☺️
.
.
Apresiasi atas setiap nurani yang telah
bersama ikut #menyalakanharapanpesisir
Para Pengurus, Keluarga Bintang Laut,
Para relawan, para donatur, mitra
dan seluruh masyarakat yang terlibat
di pulau-pulau dan pesisir Nusantara. 😊

Tahun 2017 telah usai,
Namun ikhtiar dan kerja bersama
#menyalakanharapanpesisir
harus terus dilanjutkan. 🇮🇩🇮🇩🇮🇩
.
.
Selamat menyambut Tahun Baru 2018.
Semoga kita makin bertumbuh dan bermanfaat.
.
.
Ikuti kami :
(Fp) 👍 Rumah Bahari Gemilang
(Tw) 🐦 @Rubalang_Indo
(IG) 📷 @rubalang


0