Esther Idayanti@estheridayanti

Writer, Speaker, Duta Keluarga
Focus On the Family Indonesia
estheridayanti@gmail.com
My personal journey: @mrsluwuk

http://estheridayanti.blogdetik.com

1,373 posts 4,364 followers 293 following

MENGUCAP SYUKUR

Erma Bombeck menulis tentang pengalamannya dengan Christina (8 tahun), seorang anak yang menderita kanker saraf.  Ketika ditanya apa yang ia inginkan sebagai hadiah ulang tahun, ia berpikir lama, dan akhirnya berkata, “Saya tidak tahu. Saya punya dua buku stiker, dan sebuah boneka. Saya punya segalanya!” Di tengah pengobatan yang menyakitkan, anak ini bisa merasa puas dan bersyukur untuk apa yang dimilikinya.  Sebuah sikap yang kadang kita lupakan.•

Secara tidak langsung, ketika kita komplain terhadap hidup ini, kita mengatakan bahwa Tuhan tidak menyediakan yang terbaik. Entah karena Ia tidak mampu atau tidak mau.  Sebuah tuduhan yang serius! Memang lebih mudah komplain dan tidak puas.  Filosofi di balik komplain adalah kehidupan yang berpusat pada saya: keinginan, kebutuhan, dan kenyamanan saya.•

Bukan berarti kita tidak mengakui adanya masalah, tetapi kita bisa menyatakannya dengan cara yang berbeda. Bukan dengan komplain, melainkan dengan berdoa.  Kalau komplain menjauhkan kita dari Tuhan, doa membawa kita dekat pada-Nya.  Doa membuat kita melihat hal-hal dalam perspektif yang benar/seharusnya, dan melihat Tuhan sebagai bagian dari penyelesaian masalah kita.•

Sebuah studi tentang mengucap syukur menyatakan bahwa orang-orang yang mempraktekkan ucapan syukur lebih maju dalam meraih tujuan, memiliki motivasi yang lebih tinggi, determinasi dan energi yang lebih besar. Mereka lebih efektif dalam menangani tantangan karena dapat mencari hal baik dalam situasi yang dihadapi, dan bukan menghindari masalah yang menjadi sumber komplain. Orang-orang ini juga lebih berbahagia, tidur lebih nyenyak, lebih sehat, membangun hubungan lebih baik dll.  Sebagai latihan, mari pikirkan 5 hal baik yang terjadi minggu ini dan ucapkan syukur pada-Nya untuk hal-hal itu. Happy thanksgiving! (Esther Idayanti)•

TETAP MEMUJI TUHAN BAHKAN KETIKA ANDA TIDAK TAHU APA YANG IA SEDANG KERJAKAN (Henry Jacobsen)


3

MENGENALI ORANG LAIN•

Aeosop pernah mendongeng tentang seekor keledai yang menemukan kulit singa.  Ia mengenakan kulit singa itu, dan berjalan keliling menakut-nakuti banyak binatang.  Tiba-tiba lewatlah seekor serigala, dan keledai ini menakut-nakutinya sambil bersuara.  Lalu serigala ini berkata, “Kalau kamu ingin menakut-nakuti aku, kamu harus sembunyikan ringkikanmu.” •

Moral dari cerita ini, penampilan luar bisa menipu, tetapi perkataan seseorang menyatakan siapa dirinya sebenarnya.  Kalau Anda ingin mengenal seseorang, dengarkanlah cara bicaranya dan kata-katanya. Apakah ia senantiasa mengeluh dan melontarkan kata-kata negatif?  Apakah ia bicara sopan atau kasar?  Kalau seseorang berkata, “Kata-katanya memang tajam, tetapi orangnya lembut kok.” Jangan percaya! Karena apa yang ada di dalam hati keluar dari mulut seseorang.•

Tapi ada juga orang yang bicaranya santun namun ternyata ia licik dan buruk karakternya. Apa lagi yang bisa digunakan untuk mengenali seseorang?•

KENALI TEMANNYA.  Pepatah Jepang berkata “Kalau karakter seseorang tidak jelas, lihatlah teman-temannya.” Orang yang mirip karakternya atau memiliki minat dan pemikiran yang sama cenderung berkumpul bersama.  Pepatah lain mengatakan bahwa kita adalah rata-rata dari 5 teman terdekat kita, karena mereka memberikan dampak terbesar dalam kehidupan, pemikiran dan keputusan-keputusan kita.  Dan seseorang cenderung “kompromi” (setuju/sejalan untuk mengurangi konflik) dalam sebuah lingkungan.•

LIHAT HASILNYA. Ada orang-orang yang menjadi anggota NATO alias “no action talk only.” Antara kata-kata dan perbuatan/hasil tidak sama. Ada model politikus, bicara manis untuk mendapat dukungan, tetapi tidak bisa dipastikan hasilnya. Ada model profesor, jago dalam menjelaskan teori, tetapi belum tentu bisa mempraktekkannya. Jadi, ingat saja pepatah Ben Franklin, “Well done is better than well said.” (Esther Idayanti)•

TUNJUKKAN PADAKU TEMAN-TEMANMU, AKU TUNJUKKAN MASA DEPANMU.


8

A GOOD LIFE

Dr. Charles White termasuk salah satu orang tertua di USA. Ia meninggal satu jam setelah ulang tahunnya yang ke 109. Hidupnya tidak selalu mudah. Ayahnya meninggal karena kecelakaan ketika ia berusia 8 tahun, ia melalui masa depresi ekonomi amerika yang parah, isteri pertamanya sakit mental lalu bunuh diri. Charles melalui semua kesulitan ini dan umurnya jauh lebih panjang dari teman-temannya, bahkan dari salah satu anaknya yang telah meninggal lebih dulu.•

Satu hal yang sangat terlihat dalam diri Charles, ia memiliki kedamaian dari dalam hati. Ia belajar memisahkan hal-hal yang ia bisa kontrol dan yang tidak. Ia tidak akan marah atau membiarkan dirinya terganggu dengan hal-hal di luar kuasanya.•

Suatu hari anak perempuannya komplain tentang seseorang yang sangat menjengkelkan. Charles menasihatinya, "Kamu tidak bisa mengubah orang itu. Kalau aku membiarkan orang lain membuatku jengkel, aku sudah mati bertahun-tahun yang lalu!" •

Satu lagi, kesehatan Charles berkurang di tahun-tahun terakhir hidupnya. Tetapi ia telah siap untuk mati, dilihat dari pembicaraannya yang tanpa rasa penyesalan, kemarahan atau rasa tidak terima. Charles bisa menerima hal-hal yang tidak bisa dihindarkan.•

Betapa sering kita merasa jengkel, marah, sakit hati pada dua hal ini: hal di luar kuasa kita dan hal yang tidak dapat dihindari. Contohnya: kita marah karena kenaikan tarif listrik, jengkel pada seseorang yang tidak kunjung berubah, sakit hati karena bos memberi promosi pada orang lain, tidak terima karena orang yang kita cintai sakit dll.•

Bila kita ingin menikmati hidup yang baik dan tenteram, lupakan keinginan untuk mengontrol semua hal. Dan belajar menerima hal-hal yang memang tak bisa dihindarkan dengan sikap yang positif, bukan menyerah sebagai korban keadaan (Esther Idayanti)•

TUHAN BERI AKU KEKUATAN UNTUK MENERIMA HAL-HAL YANG TIDAK BISA KUUBAH, KEBERANIAN UNTUK MENGUBAH HAL-HAL YANG BISA KUUBAH, DAN HIKMAT UNTUK MENGETAHUI PERBEDAANNYA (Francis of Assisi)


6

PELAJARAN•

Dari pagi saya berusaha menelepon papa untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Tapi yang dicari sibuk meeting lalu tidur, soalnya malam sebelumnya hanya tidur tiga jam saja. Ternyata papa sedang menulis buku, dan tengah malam dapat ide, jadilah papa melek sepanjang malam menulis idenya. Umur boleh tua (79 th) tetapi semangat harus tetap muda!•

HIDUP UNTUK MEMBANGUN. Di mana pun papa bekerja atau melibatkan diri (sampai sekarang masih aktif dalam yayasan), ia selalu membangun. Ia membangun akademi, baik gedungnya maupun mengirimkan murid-muridnya melanjutkan ke luar negeri. Ia juga membangun sekolah, pusat rehabilitasi penyandang cacat, dan rumah sakit. Apa yang kita bangun dalam hidup ini? Mungkin kita tidak membangun gedung, tapi kita bisa membangun hidup orang lain.•

MEMBERI BELUM TENTU RUGI. Sejak saya kecil, papa meninggalkan kesempatan praktek sebagai dokter karena ingin mengabdikan diri pada hal yang lebih menantang di bidang sosial. Tentunya kami sekeluarga harus menyesuaikan. Mama menerima pesanan kue, dan anak-anak membantu. Sejak kuliah anak-anak juga sudah bekerja. Tetapi pada akhirnya semua berdampak positif. Saya belajar, uang bukan segalanya. Hal ini membebaskan saya untuk mengejar hal-hal yang lebih berarti dalam hidup ini, dan menikmati banyak hal tanpa harus memiliki uang.•

KALAU KELUAR, JANGAN BANTING PINTU supaya kalau terpaksa lewat pintu itu lagi, kita tidak malu. Maksudnya, jangan memutuskan hubungan dengan orang lain, bahkan bila ada konflik. Pernah ada orang yang melontarkan tuduhan yang keliru dan tidak berdasar, tetapi papa tidak menyingkirkan orang itu dan sama sekali tidak sakit hati. Ketika saya mengapa orang itu masih ada, papa hanya jawab, “Selama masih produktif, biarkan saja.” Akan lebih mudah bila hubungan tidak didominasi oleh perasaan, melainkan diarahkan sesuai tujuan (Esther Idayanti)•

ANAK-ANAK LEBIH BANYAK BELAJAR DARI “SIAPA” ANDA, DARIPADA “APA” YANG ANDA AJARKAN.


40

SURGA MASING-MASING, BUMI MILIK BERSAMA•

Seseorang yang berjasa bagi bangsa baru saja meninggal, DR. Djohan Effendi. Beliau pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara pada masa presiden Abdurrahman Wahid. Djohan Efendi juga dikenal sebagai pemikir Islam, penggagas toleransi dan pendiri Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP). Visinya agar bangsa Indonesia tetap damai dan sejahtera di tengah berbagai agama dan kepercayaan. Beberapa kali saya mengobrol dengan beliau dan sengaja bertanya hal-hal yang sulit namun beliau jawab dengan bijak, berikut intisari dari rekaman wawancara:•

BAPAK MEMBELA AJARAN SESAT? Setiap agama memiliki patokan sendiri mengenai benar dan salah, jalan lurus dan jalan sesat. Namun, bukan berarti kekerasan terhadap pemeluk agama yang dianggap sesat diperbolehkan. Saya bisa saja tidak setuju sehabis-habisnya dengan ajaran mereka. Tetapi saya harus bela hak hidup mereka sehabis-habisnya juga. Selama kelompok itu tidak melanggar hukum maka kelompok lain tidak bisa menuntut mereka.•

APAKAH SUPAYA RUKUN KITA TIDAK BOLEH MENYEBARKAN AGAMA? Kegiatan menyebarluaskan agama sah-sah saja karena tidak akan mengganggu kerukunan umat beragama. Yang berbahaya adalah jika agama dicampur dengan politik, sehingga agama menjadi alat kekuasaan.•

PLURALISME MELANGGAR PRINSIP AGAMA? Pluralisme bukan berarti kita menganggap semua agama sama, tetapi kita perlu memiliki sikap menerima dan menghargai kehadiran orang lain yang berbeda dengan kita. Tiap agama memiliki pandangan masing-masing tentang surga, itu sah saja, tetapi selama di bumi, kita hidup bersama, jadi kita perlu memelihara kerukunan antar umat beragama. Agama yang isinya dorongan untuk berbuat baik, malah menjadi sumber konflik? Tentu yang salah bukan agamanya, melainkan para penganutnya•

Pak Djohan, perjuangan Anda belum selesai, biarlah kami melanjutkannya, merayakan perbedaan dan melintas batas demi kemanusiaan (Esther Idayanti)


7

BUKAN PILIHAN

Ada hal-hal yang kita bisa pilih dalam hidup ini, tapi ada hal yang mau tidak mau harus diterima. Kita bisa memilih baju, tetapi tidak bisa memilih warna kulit. Kita bisa mengatur berat badan, tetapi tidak bisa mengubah tinggi badan.•

Orang yang tidak mengerti ini menyimpan perasaan tidak terima dan hidup tanpa ucapan syukur. Mereka bertanya, "Mengapa Engkau ciptakan saya seperti ini, Tuhan?" Hal yang bukan pilihan:•

(1) KELUARGA. Seperti apapun "reseh"-nya keluarga kita, harus kita terima, karena ini keputusan Tuhan. Lahir di keluarga yang berkecukupan merupakan "priviledge" yang mengandung  tanggung jawab. Lahir di keluarga yang tidak harmonis merupakan kesempatan untuk menempa diri.•

(2) RAS. Kalau ada seseorang yang merendahkan orang lain karena rasnya, sebaiknya ia berhadapan dengan Tuhan saja, karena Tuhanlah yang menentukan.•

(3) BANGSA. Jangan komplain terus tentang bangsa kita, karena Tuhan taruh Anda di sini sebagai bagian dari solusi untuk bangsa ini.•

(4) JENIS KELAMIN. Manusia lahir sebagai pria atau wanita, dan itu bukan "gaya hidup" yang bisa kita pilih.•

(5) KAPASITAS MENTAL. Ada orang pandai yang sombong. Ia lupa bahwa otaknya adalah pemberian! Sebaliknya orang yang kurang pandai, tidak perlu kecil hati, karena Tuhan memberikan keterampilan jenis lain.•

(6) HIDUP SAAT INI. Tidak ada gunanya berkata "Oh enaknya hidup di zaman lalu, tidak ada polusi, anak-anak lebih penurut, dll." Tiap zaman ada masalahnya sendiri.•

(7) WAKTU MENINGGAL. Siapa yang bisa menunda kematian? Bila seseorang meninggal, berarti tugasnya di dunia sudah selesai.•

Yang paling menakjubkan: kita tidak bisa memilih keluarga, ras, bangsa, kepandaian, dll, tetapi kita bisa memilih di mana kita akan habiskan kekekalan kita, di surga atau neraka! Miliki kepastian akan keselamatan, hidup dalam kebenaran, dan pilihlah kehidupan kekal (Esther Idayanti).


7

KELINCI HITAM•

Kalau saya katakan, “Jangan pikirkan kelinci hitam.” Apa yang ada dalam benak Anda? Tidak peduli betapa kerasnya Anda berusaha, tetap saja yang terbayang adalah kelinci berwarna hitam. Pernahkah Anda perhatikan, semakin kita berusaha berhenti memikirkan sesuatu, semakin sulit untuk melupakan hal itu? Entah itu urusan kenangan dengan mantan, kejadian negatif, kekhawatiran, atau yang lain.•

Hal ini seperti paradoks, tetapi ketika Anda menghindari memikirkan sesuatu, ada bagian dari otak Anda yang bekerja dengan sibuk untuk menaruh pemikiran itu di pojok, lalu otak mencari sesuatu yang lain supaya Anda menghindari pemikiran tsb. Padahal, pada saat yang bersamaan, ada bagian yang terus-menerus memeriksa untuk memastikan bahwa pekerjaan itu dilakukan dengan seharusnya. Dan proses memonitor ini membuat Anda rentan terhadap hal yang sebenarnya Anda ingin lupakan. Lalu bagaimana?•

FILTER. Jangan serta merta memercayai apa yang masuk dalam pikiran Anda. Kalau ada pemikiran “Aku memang orang yang gagal.” Tanyakan pada diri Anda, “Apa benar demikian? Bukankah aku pernah berhasil melakukan ini dan itu. Aku harus berusaha lebih keras.” Atau kalau kekhawatiran muncul lagi, katakan “Apa aku bisa mengontrol masa depan? Tidak bisa. Jadi percuma juga dikhawatirkan.”•

UBAH FOKUS. Kalau tim musuh sudah mendekat, apakah penjaga gawang bisa berpikir hal lain? Satu-satunya yang dipikirkan adalah bagaimana mempertahankan gawangnya. Kalau Anda fokus pada hal lain, pikiran yang tidak diinginkan otomatis tersingkir.•

GANTIKAN. Pikiran kita adalah medan perang yang paling utama. Ketika kita kalah di pikiran, maka kita akan menyerah dalam kehidupan. Karena itu, gantikan pikiran yang keliru dengan Firman Tuhan. Ketika Anda khawatir, ingat ayat yang berkata “Tuhan memelihara” atau ucapkan doa (Esther Idayanti)•

HATI-HATILAH DENGAN APA YANG KAMU PIKIRKAN, KARENA PIKIRANMU MENGATUR KEHIDUPANMU (Proverbs)


10

PENTING?•

Dwight Eisenhower, mantan presiden Amerika berkata, “Hal yang penting jarang urgen, dan hal yang urgen jarang penting.” Dari pernyataan ini lahirlah matriks “Urgent–Important”. URGEN maksudnya harus ditangani segera. IMPORTANT/PENTING artinya tugas itu mendukung nilai-nilai dan tujuan jangka panjang. Ada empat kategori tugas:•

TIDAK URGEN, TIDAK PENTING, contohnya teman datang ke ruang Anda untuk bergosip atau curhat, atau iseng membuka sosmed saat kerja. Belajarlah berkata “Tidak.”•

URGEN, TAPI TIDAK PENTING, contohnya telepon berdering terpaksa diangkat, orang datang mampir ke kantor Anda untuk bertanya sesuatu, cek pesan di telepon genggam dll. Walaupun interupsi hanya sesaat, tetapi Anda butuh waktu lagi untuk kembali konsentrasi. Jadi lebih baik buat peraturan menerima staf setelah jam makan siang, membuka pesan di telepon genggap tiap 2 jam dll. Dengan demikian Anda punya waktu untuk bekerja penuh konsentrasi di pagi hari.•

URGEN DAN PENTING, yaitu hal penting yang memang harus dilakukan saat itu juga, contohnya dipanggil atasan untuk menghadap. Atau krisis, masalah dan tenggat waktu yang harus dipenuhi saat itu.•

PENTING, TAPI TIDAK URGEN, contohnya membuat rencana kerja, budget, dan evaluasi.  Selain itu juga membangun pemimpin, membina hubungan dengan staf, dan mengambil waktu untuk mengasah pemikiran serta ketrampilan Anda. Banyak orang tidak melakukan hal ini, karena dirasa tidak mendesak. Tetapi bila Anda tidak buat rencana, semua pekerjaan akan jadi “urgent” dan Anda terburu-buru menyelesaikannya dengan kualitas pas-pasan. Kalau Anda tidak belajar dan meningkatkan ketrampilan Anda, suatu saat Anda akan tertinggal oleh pemain baru. Pastikan Anda mengambil waktu untuk hal ini (Esther Idayanti)•

KITA MENGHABISKAN TERLALU BANYAK WAKTU UNTUK HAL URGEN, DAN TIDAK CUKUP WAKTU UNTUK HAL PENTING (Steven Covey)


2

BAD TIME MANAGEMENT•

Ada hal yang lebih berharga dari uang, yaitu waktu.  Orang bisa cari uang lagi, tapi tidak bisa menambah waktu.  Semua orang mendapatkan waktu yang sama, 24 jam sehari. Tetapi beberapa orang bisa mencapai banyak hal, yang lain tidak menghasilkan apapun. Tanpa “time management” yang baik, kita tidak dapat produktif. Penyebab“time management”yang buruk:•

TIDAK PUNYA TUJUAN.  Siapa saja yang datang minta tolong, akan dibantu. Setiap telepon diladeni, setiap curhat didengarkan, setiap tugas diterima. Tidak heran kalau tugas utama justru tidak selesai. Setiap pagi, tetapkan tujuan, apa yang harus selesai hari ini. Bila belum selesai, maka Anda berkomitmen tidak pulang. Dengan demikian Anda akan menolak hal-hal yang tidak relevan dan mendisiplinkan diri supaya bisa menyelesaikan tugas hari itu.  Menurut survey, 97% orang di dunia tidak memiliki tujuan, hanya 3% yang punya tujuan, tetapi total hasil dari 3% orang ini jauh melebihi 97% orang tersebut.•

TIDAK PUNYA MOTIVASI. Mengapa Anda bekerja? Sekedar supaya bisa makan? Memberi kontribusi pada perusahaan dan orang lain? Aktualisasi diri?  Membuat dunia ini lebih baik? Kalau sekedar makan, bekerja biasa-biasa saja sudah cukup. Tapi kalau Anda punya motivasi khusus, maka Anda akan bersemangat dan pekerjaan bukan lagi beban.•

TIDAK FOKUS. Sebentar mengerjakan hal ini, lalu ditinggal untuk mengerjakan hal lain, lalu menerima telpon, dan lupa apa yang tadi dikerjakan.  Vilfredo Pareto, ahli ekonomi Italia, menemukan sistim Pareto, yaitu 80% pencapaian kita adalah hasil dari 20% usaha.  Jadi tidak ada gunanya mengerjakan semua hal dalam satu waktu, berharap bahwa Anda akan mencapai banyak hasil. Managing time is actually managing your focus. (Esther Idayanti)•

ANDA PUNYA WAKTU LEBIH DARI CUKUP. HANYA SAJA ANDA TIDAK MENGHABISKANNYA DENGAN TEPAT.


14

AYAH•

Jendral Douglas MacArthur berkata, “Profesi saya tentara, dan saya bangga akan hal itu.  Tetapi saya lebih bangga lagi, jauh lebih bangga, menjadi seorang ayah.  Seorang tentara menghancurkan untuk membangun sesuatu. Seorang ayah hanya membangun, tak pernah menghancurkan... Harapan saya, ketika saya tidak ada lagi, anak saya akan mengingat saya bukan karena pertempuran, tetapi karena saya di rumah bersamanya untuk berdoa.”•

Seorang ayah memiliki pengaruh besar untuk membangun tetapi juga untuk menghancurkan. Ia memiliki kesempatan terbesar untuk mencintai, tetapi bisa juga menanam benih kebencian.  Ayah adalah figur yang sangat dibutuhkan kehadirannya oleh anak-anaknya, bukan sekedar seseorang yang membawa uang di akhir bulan.•

Menurut penelitian, pengaruh ayah dirasakan bahkan sejak lahir.  Anak-anak yang ayahnya terlibat dalam kehidupan mereka memiliki IQ lebih tinggi, lebih mampu menghadapi stress, memiliki “self image” yang lebih baik, tidak banyak masalah perilaku dibandingkan dengan mereka yang bertumbuh tanpa keterlibatan seorang ayah.  Pengaruhnya terbawa hingga seseorang dewasa, mereka lebih sukses dalam berkarir, keadaan psikologis lebih baik, lebih toleran dan bisa mengerti orang lain, serta memiliki teman akrab dan pernikahan jangka panjang yang sukses.•

Ayah, sediakan waktu buat keluarga Anda, entah itu bermain, makan malam bersama, pergi berlibur, mencuci motor bersama, atau sekedar mengobrol.  Anak-anak membutuhkan ibunya, tetapi mereka juga membutuhkan peran ayah. Menurut psikolog Brett Copeland, Ayah mendorong kemandirian, kompetisi, pengambilan resiko dan pencapaian. Sedangkan ibu memberikan rasa aman dan mendorong kerja sama.  Tidak perlu menjadi seseorang yang hebat, karena apapun keberadaan Anda, seorang ayah adalah pahlawan pertama bagi anak laki-lakinya, dan cinta pertama bagi anak perempuannya.  Selamat hari ayah! (Esther Idayanti)•

SETIAP AYAH HARUS INGAT, SUATU HARI ANAKNYA AKAN MENGIKUTI TELADANNYA, BUKAN NASIHATNYA (C F. Kettering)


9

#Repost @dutakeluargaid (@get_repost)
・・・
Everything start from the family, mari bergandeng tangan menyatukan kekuatan untuk rantai yang semakin kuat bagi bangsa #indonesia melalui remaja - remaja yang berkarakter dalam program @noapologiesindonesia
.
#NGO #yayasankeluarga #yayasan #dutakeluarga
#supportremajaindonesia
#buildingcharacterNA
#pembentukankarakter #noapologiesindonesia
#focusonthefamilyindonesia
#akuhiduptanpasesal
#pedulipendidikan
#donasi
#charity #fundraising


1

PAHLAWAN JAMAN NOW•

Setiap jaman membutuhkan pahlawannya.  Dahulu orang membutuhkan tentara yang berani mati untuk berjuang dalam kemerdekaan serta pemimpin yang pandai bernegosiasi dan rela tinggal dalam pembuangan seperti Soekarno dan Hatta.  Kini jaman sudah berubah.  Tidak ada lagi penjajah, dan tidak perlu lagi negosiator untuk kemerdekaan bangsa.  Sepertinya pahlawan sudah tidak relevan dan tidak dibutuhkan.  Tetapi sebenarnya, bangsa ini masih membutuhkan pahlawan, bukan untuk merebut kemerdekaan, melainkan untuk mempertahankan keutuhan bangsa.•

Dan repotnya, saat ini ancaman meruntuhkan bangsa tidak datang dari luar, karena dunia pasti mengecam agresi bangsa lain.  Ancaman itu justru datang dari dalam.  Ini yang diramalkan oleh Bung Hatta, “Perjuanganku melawan penjajah lebih mudah, tidak seperti kalian nanti. Perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri.”•

SATU BUKAN SAMA. Tujuannya adalah menyatukan, bukan menyamakan. Kalau semua dipaksa jadi sama, sudah pasti ada yang protes. Bagaimana mungkin 1340 suku harus adopsi satu budaya, 300 kelompok etnis harus lakukan upacara adat yang sama, harus memeluk agama yang sama, dll.  Menyamakan justru memecah belah. Yang penting satu dasarnya, Pancasila.

SATU TUJUAN. Cara boleh beda, partai tidak sama, tetapi tujuan harus sama, membangun bangsa. Tidak ada hal besar yang bisa tercapai tanpa persatuan. Apa yang kita bisa lakukan?

Mulai dari hal sehari-hari, posting hal-hal yang positif tentang bangsa ini.  Tidak perlu repost komentar para “haters,” karena itu memecah belah. Repost saja prestasi dan kemajuan bangsa saat ini.• •

Hidup jujur dan tanamkan integritas mulai dari keluarga Anda, supaya generasi berikutnya muak terhadap korupsi.•

Beri waktu untuk menjadi relawan sosial, bantu komunitas pra sejahtera, berteman dengan orang yang berbeda dengan Anda.•

Tidak sulit bukan? Anda juga bisa jadi pahlawan, ayo bergerak! (Esther Idayanti)•

KITA TIDAK SAMA, KITA KERJA SAMA 🇮🇩


3

NO APPRECIATION “Max yang baik, ini permintaan terakhirku, semua yang aku tinggalkan... diary, manuskrip, surat, coretan, dan lainnya dibakar saja tanpa dibaca," tulis Kafka Franz, yang merasa hasil karyanya tidak berguna dan tidak diperhatikan. Untunglah sang teman tidak membakar karya-karya Kafka yang setelah kematiannya dikenal sebagai novelis dan penulis cerpen terkenal di abad 20. Kini karya Kafka dipamerkan di sebuah museum di Prague. Kisah yang mirip dengan ini, Van Gogh melukis 2000 lukisan yang bernilai jutaan dolar saat ini. Tetapi ia hanya berhasil menjual satu lukisan semasa hidupnya.•

Ketika tidak ada orang yang memerhatikan dan menghargai hasil kerja Anda, apakah Anda menyerah? Komplain? Memamerkan hasil kerja Anda? Bekerja sekedarnya saja tanpa semangat? Atau Anda tetap melakukan yang terbaik?•

INGAT TUJUAN ANDA. Apakah Anda bekerja untuk menyelesaikan masalah, menolong sesama, aktualisasi diri atau menunjukkan betapa hebatnya Anda? •

JANGAN MENYERAH. Galileo adalah pakar fisika yang dikagumi saat ini, tetapi teorinya ditentang habis semasa hidupnya. Kadang orang tidak menghargai karena mereka tidak mengerti. Butuh waktu untuk orang bisa menyadari nilai sesuatu, dan biasanya itu terjadi bila mereka tidak lagi mendapatkan hal itu. Sayang sekali.•

MULAI DARI ANDA. Orang menginginkan perhatian bagi dirinya bukan orang lain, termasuk kita. Karena itu bila tidak ada yang memerhatikan kita, coba tanyakan pada diri sendiri, apakah kita sudah memerhatikan dan mengapresiasi orang lain?•

BIARKAN HASIL YANG BICARA. Mengorbankan kualitas demi perhatian orang hanya membuang waktu saja. Tetapi bila Anda tetap mempertahankan keunggulan, diperhatikan atau tidak, maka suatu saat apresiasi itu akan datang juga. Keep doing your best! (Esther Idayanti).•

ANDA HANYA BISA LAKUKAN YANG TERBAIK. BILA MEREKA TIDAK BISA MENGHARGAINYA, ITU MASALAH MEREKA, BUKAN ANDA


8

UNGRATEFUL•

Tahun 1860, di tengah malam buta, dua kapal bertabrakan di danau Michigan, Illinois.  Sekitar 300 penumpang meninggal dan yang lainnya terapung-apung di danau yang bergejolak.  Seorang mahasiswa bernama Edward Spencer berkali-kali mengarungi air yang sangat dingin untuk menyelamatkan para penumpang.  Selama enam jam ia berenang bolak balik dan 18 orang berhasil diselamatkan sebelum Edward akhirnya pingsan kelelahan.  Ternyata tubuh Edward terluka parah akibat usaha penyelamatan itu, dan ia terpaksa menggunakan kursi roda seumur hidupnya.  Bertahun-tahun kemudian, ketika sang adik mengunjunginya, Edward berkata, “Tak satupun dari mereka yang datang dan berterima kasih.” Keterlaluan!  Mudah-mudahan kita tidak seperti orang-orang yang diselamatkan Edward. Mengapa seseorang kehilangan rasa terima kasihnya?• •

MENJADI BIASA.  Waktu dulu sulit makan karena uang terbatas, kita merasa sangat bersyukur kalau bisa makan dua kali sehari.  Tapi ketika semua sudah berlimpah, makan tiga kali bahkan empat kali sehari menjadi biasa. Lalu kalau makanan sedikit kurang cocok dengan selera kita, mulailah kita komplain. Yang tadinya makan dua kali sehari adalah KESEMPATAN, lalu lama-lama makan tiga kali menjadi KEBIASAAN, dan sekarang makan enak menjadi KEHARUSAN.  Baiklah kita belajar melihat bahwa semua hal dalam kehidupan adalah KESEMPATAN.•

BISA LEBIH BURUK.  Memang semua dalam hidup kita bisa lebih baik, maksudnya sungguh menyenangkan kalau kita punya pekerjaan lebih baik, gaji lebih besar, rumah lebih mewah dll. Selalu tergoda untuk memiliki lebih. Tetapi pernahkah kita pikirkan bahwa bisa jadi semuanya lebih buruk?  Apa yang kita miliki jauh di atas apa yang sebenarnya kita layak dapatkan. Orang yang sulit bersyukur berpikir ia “berhak” mendapatkan, sudah “seharusnya” Tuhan menyediakan.  Padahal sebenarnya hidup ini adalah pemberian semata (Esther Idayanti).•

ANDA TIDAK AKAN PERNAH MELIHAT ORANG YANG TAK BERSYUKUR BISA BERBAHAGIA (Zig Ziglar)


14

TERIMA KASIH•

Ada orang bertanya, “Bagaimana saya bisa berterima kasih pada Tuhan dengan keadaan seperti ini?” Keadaan yang sangat sukar kadang membuat seseorang sulit berterima kasih. Tetapi kalau kita menunggu semua beres baru berterima kasih pada Tuhan, maka hal ini tidak akan terjadi. Karena selama di dunia, selalu saja ada hal yang tidak beres dan masalah yang belum selesai.•

SEE IT DIFFERENTLY. Kalau kita dirampok, bukan berkata “Terima kasih Tuhan, saya dirampok.” Hanya orang aneh yang berkata demikian. Tetapi kita berterima kasih, bahwa bukan kita yang merampok. Bayangkan kehidupan seorang perampok, mungkin dia sangat membutuhkan uang, atau dia tidak punya lingkungan yang baik seperti yang kita miliki, dan betapa beratnya hidupnya dikejar-kejar orang.•

SAY IN FAITH. Ketika semua tampak kacau dan tidak seperti yang kita inginkan, mengucap syukur pada Tuhan memang membutuhkan iman. John Wesley berasal dari keluarga baik-baik, ia pintar dan memiliki tampang yang lumayan. Tapi ia agak sarkastik dan sedikit sombong. Suatu saat ketika ia berusia 21 tahun dan kuliah di Oxford University, ia bertemu dengan seorang penjaga sekolah yang sangat miskin. Penjaga sekolah ini hanya memiliki satu jaket di udara yang sangat dingin dan ia tidak punya kasur untuk tidur. Namun orang ini selalu ceria dan bersyukur. Wesley menyindirnya, “Dan apalagi yang kamu bisa ucapkan syukur pada Tuhan?” Penjaga itu menjawab dengan rendah hati sambil tersenyum, “Aku bersyukur bahwa Ia memberikan kehidupan bagiku, hati untuk mencintai-Nya, dan di atas segala sesuatu, kerinduan untuk melayani-Nya!” Wesley tertegun, menyadari bahwa orang ini tahu apa arti ucapan syukur yang sejati. Ucapan syukur adalah pilihan, bukan perasaan (Esther Idayanti).•

KETIKA DITANYA APAKAH GELASKU SETENGAH ISI ATAU SETENGAH KOSONG, RESPONKU ADALAH AKU BERSYUKUR AKU PUNYA GELAS


19

KATA-KATA CINTA•

Menurut statistik, seperlima dari kehidupan kita dihabiskan dengan berbicara. Kalau semua kata-kata kita diterbitkan, hasilnya kata-kata sehari akan menjadi buku setebal 50 halaman, dan kata-kata setahun akan menjadi 132 buku yang tebalnya masing-masing 200 halaman! Lalu kalau orang membaca buku kita, kira-kira buku itu buku motivasi, kisah cinta, kritik tajam, surat-surat protes atau cerita horor?  Dan ternyata kata-kata di “buku” itu tidak hanya memengaruhi yang membaca, tetapi justru yang mengucapkannya.•

Dr. Andrew Newberg (ahli saraf) dan Robert Waldman (pakar komunikasi) menulis buku “Words Can Change Your Brain.” Ternyata satu kata saja memengaruhi ekspresi genetik Anda yang kemudian mengatur stres fisik serta emosi. Ketika kita berkata “cinta” atau “damai” maka kita mengubah cara otak bekerja, dengan menguatkan daerah tertentu yang kemudian mendorong motivasi.  Di sisi satunya, kata-kata negatif mencegah beberapa kimia otak untuk diproduksi, sehingga menyebabkan stres.  Kata-kata negatif juga meningkatkan kerja bagian otak yang mengelola rasa takut, menyebabkan hormon stres membanjiri sistem saraf kita, menghalangi pemikiran logis dan penalaran yang normal!•

Jadi bagaimana?  Sebuah studi dari  Positive Psychology memberikan jawabannya. Ada sekelompok orang diberi tugas tiap malam menulis tiga hal baik yang terjadi hari itu, dan penjelasan mengapa demikian.  Dalam waktu tiga bulan, kebahagiaan mereka meningkat dan perasaan depresi berkurang, hanya dengan memfokuskan diri pada pemikiran positif.•

Kata-kata apa yang sering Anda ucapkan atau pikirkan?  Kalau hidup Anda nampak suram, coba hitung berapa kali Anda menggunakan kata-kata negatif.  Sebenarnya ada resep mudah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih menyenangkan, yaitu ubah kata-kata Anda! (Esther Idayanti)•

KATA-KATA YANG RAMAH MUNGKIN PENDEK DAN MUDAH DIUCAPKAN, NAMUN GEMANYA TAK BERAKHIR (Mother Teresa)


1

APA YANG HARAPAN LAKUKAN BAGI MANUSIA?•

Harapan bersinar paling cerah dalam hari tergelap.•

Harapan memberi motivasi ketika patah semangat datang.•

Harapan menguatkan tubuh saat lelah.•

Harapan memberi rasa manis ketika kepahitan menggigit.•

Harapan bernyanyi ketika melodi telah hilang.•

Harapan percaya ketika tidak ada bukti.•

Harapan mendengar jawaban ketika tak ada yang bicara.•

Harapan mendaki untuk mengalahkan tantangan ketika tak satupun orang membantu.•

Harapan bertahan terhadap kesulitan ketika tak seorang pun peduli.•

Harapan tersenyum dengan yakin ketika tak ada orang yang tertawa.•

Harapan meraih jawaban ketika tak ada orang yang bertanya.•

Harapan terus maju menuju kemenangan ketika tak ada seorang pun yang mendorong.•

Harapan berani memberi ketika tak ada seorang pun yang berbagi.•

Harapan memberi kejayaan ketika tak ada kemenangan.•

(John Maxwell)•



Tidak ada harapan di luar Tuhan, karena ada situasi-situasi yang memang di luar kekuasaan kita, yang kita tidak dapat kontrol.  Ketika Anda di ujung putus asa, katakan pada diri Anda, “Hai jiwaku, berharaplah pada Tuhan.” Tuhan masih berkuasa, dan Anda masih dalam jangkauan-Nya. (Esther Idayanti)•

HANYA TUHAN YANG DAPAT MEMBUAT LEMBAH KEKELAMAN MENJADI PINTU HARAPAN (Catherine Marshall)


10

WAKTUNYA MEMBERI•

Marquis de Lafayette adalah tentara Perancis yang banyak membantu George Washington dan tentara Amerika dalam perang. Setelah perang berakhir, ia kembali ke Perancis dan melanjutkan hidupnya sebagai pemilik beberapa pertanian. Tahun 1783, terjadi masalah dalam pertanian di daerah itu, sehingga gagal panen dan banyak orang kelaparan. Kebetulan ladang Lafayette tidak mengalami gagal panen. Salah satu pekerjanya mengusulkan, “Karena gagal panen, harga gandum naik. Jadi sekarang waktunya kita menjual.” Tetapi Lafayette memikirkan penduduk di desa-desa sekitar itu yang kelaparan dan berkata, “Bukan. Ini waktunya kita memberi.”•

Orang berpikir, ada waktu memberi, tapi nanti kalau saya sudah lebih kaya. Saya akan jadi relawan kegiatan sosial, nanti kalau pekerjaan tidak terlalu sibuk. Saya akan beri waktu untuk teman yang membutuhkan nanti kalau anak-anak sudah besar dan saya ada waktu. Tentu saya akan lakukan sesuatu nanti kalau saya pensiun. Nanti... •

Tetapi “nanti” belum tentu tiba. Padahal banyak kebutuhan di sekitar kita “sekarang.” Dan sebenarnya bukan “mereka” yang membutuhkan kita, tetapi “kita’ yang butuh berbuat sesuatu untuk orang lain. Sebuah buku yang ditulis ilmuwan dari Notre Dame berjudul “Paradox of Generosity: Giving We Receive, Grasping We Lose,” menulis bahwa semakin seseorang murah hati, semakin ia bahagia, sehat dan menikmati hidup yang bertujuan. Kemurahan hati meningkatkan kesejahteraan seseorang. Kesimpulan ilmuwan itu, “Orang sering berkata kita menambah cinta ketika kita membagikannya. Kemurahan hati seperti itu juga.” Start with what you have, and start now! (Esther Idayanti) •

KALAU KAMU INGIN BAHAGIA SETAHUN, TERIMA WARISAN. KALAU KAMU INGIN BAHAGIA SEUMUR HIDUP, BANTU ORANG LAIN (Confusius)


4

DESPERATE

Akibat ingin kaya, seorang ibu di Wonosobo tertipu oleh dukun. Kata dukun, ada 5 kg perhiasan di rumah ibu itu yang dikuasai makhluk gaib yang bisa dilepaskan. Ibu itu dimintai uang Rp. 5 juta untuk beli sesajen, sebagai gantinya ia dapatkan perhiasan yang ternyata dibeli di pinggir jalan pasar setempat! “Desperate”  adalah keinginan yang begitu besar akan sesuatu, sehingga menjadi sebuah obsesi yang harus terpenuhi, akibatnya:•

BUKAN YANG TERBAIK. “Gak penting lah orang itu seperti apa, yang penting aku menikah.” Lalu ia merendahkan standar, dan menikahi seseorang yang karakternya payah. Memang kita menginginkan penantian segera berakhir. Entah itu menanti pasangan hidup, pekerjaan, anak, ingin sembuh dll. Tetapi jangan “desperate” sehingga nantinya kita menyesal.•

MUDAH TERTIPU karena semua tanda dianggap menjawab keinginannya. Baru sekali telepon, dianggap akan melamar. Dijanjikan keuntungan investasi yang tidak masuk akal, percaya tanpa diteliti.•

MENGHALALKAN SEGALA CARA. Kalau orang sudah sangat “desperate” ingin sembuh, kadang ia tidak lagi peduli cara mendapatkan kesembuhan, sehingga ke dukun pun oke.  Kalau pejabat sangat ingin menang, fitnah, suap, dan apapun juga akan dilakukan.•

Ketika Anda dalam keadaan “desperate,” ingat bahwa bila Tuhan menahan sesuatu dari Anda, mungkin ada alasan yang baik di balik hal itu.  Anda perlu percaya pada “timing”Nya.  Kita hidup di zaman serba instan, sehingga menunggu dianggap merugikan. Padahal menunggu itu perlu.  Mungkin Tuhan menunggu saat yang tepat, sikap yang benar, karakter yang perlu dibentuk, atau menunggu orang lain untuk siap, sehingga semua terjadi indah pada waktu-Nya.•

Bukan berarti menyerah dan melupakan impian Anda, tetapi ketika Anda memutuskan untuk menyerahkan rencana dan keinginan Anda pada-Nya, maka Anda akan temukan kehidupan yang sesungguhnya.  Tuhan ingin Anda “desperate” untuk mencari-Nya. (Esther Idayanti)•

SEMAKIN GENTING KEADAAN KITA, SEMAKIN KITA PERLU PERCAYA PADA TUHAN


5

HATI SEORANG IBU

Ketika saya dan adik sudah SMP, mendadak mama hamil lagi. Usia mama tidak muda lagi, dan dianjurkan untuk menggugurkan. Keputusan yang sangat berat harus diambil, kadang melibatkan keselamatan jiwa ibu dan janinnya juga. Berbagai anjuran diberikan, tetapi satu pertanyaan sederhana dari seorang pendeta tua, “Apakah sudah dipikirkan bagaimana perasaan Ibu?” •

Orang bisa bilang bahwa janin bukan anak, aborsi aman, kasihan anak itu, nantinya akan meninggal juga, dll. Tetapi hati seorang ibu tidak bisa dibohongi. Begitu ada hasil test positif, hati seorang ibu sudah menghitung anaknya bertambah satu! Bukan setengah, dan bukan “sebuah jaringan.” Menurut Canadian Journal of Psychiatry, ibu yang melakukan aborsi 98% berpotensi mengalami gangguan mental. Mereka cenderung berpikir bunuh diri, ada gangguan “mood”, kecemasan yang sangat, dan kecanduan.•

Lebih dari itu, aborsi juga memengaruhi pernikahan dan seluruh keluarga. Sekitar 30%-50% mengalami gangguan seksual, sakit, kehilangan keintiman, atau justru melakukan seks bebas. Dan karena aborsi menyebabkan depresi, maka seorang ibu akan kesulitan membangun ikatan mental dengan anak-anak yang lain, sehingga ada peningkatan dalam kasus penganiayaan atau pengabaian anak pada ibu-ibu yang aborsi.•

Artikel ini bukan untuk membebani ibu-ibu yang pernah aborsi, karena saya tahu betapa berat keputusan yang harus diambil. Saya pernah mengkonseling seorang ibu yang aborsi, setelah puluhan tahun berlalu, perasaan bersalah dan kenangan itu sulit hilang. Bagi ibu-ibu ini, yakinlah bahwa Tuhan menyediakan pengampunan.•

Artikel ini untuk memberi pertimbangan bagi para calon ibu yang berada dalam posisi seperti mama saya, dan posisi saya juga (pernah mendapat anjuran yang sama). Kisah mama berakhir dengan keguguran secara alami. Kami bersedih tetapi lega. Dan kisah saya berakhir “happy ending” ternyata anak yang dikatakan cacat itu lahir sempurna!

BERAPA LAMA ABORSI BERLANGSUNG? SELAMANYA


2

APAKAH ANDA MENDENGARKAN?

Suatu saat, ada dua suku Indian yang sedang dalam konflik besar dan siap berperang. Dua kepala suku saling berhadapan, di belakang mereka pasukan masing-masing suku sudah siap dengan senjata. Di meja terletak sebuah tongkat, "The Indian Talking Stick", siapa yang memegang tongkat itu boleh berbicara, lainnya diam.•

Untuk beberapa saat, tongkat bergantian dipegang oleh kedua kepala suku itu. Pemegang tongkat berbicara, yang satunya diam. Lalu tongkat diletakkan di meja, giliran kepala suku satunya bicara, dan yang lain diam. Tidak ada saling teriak dan memotong. Hal ini berlangsung berjam-jam, tetapi berakhir dengan "happy ending," mereka saling memahami, dan perang tidak perlu terjadi!•

Walaupun orang mungkin terkesan dengan cara Anda berbicara sebagai seorang pemimpin (atau orangtua), tetapi pemimpin yang efektif memiliki ketrampilan untuk mendengar. Mereka tahu bahwa hikmat dan pengetahuan didapatkan dari mendengarkan, bukan dari banyak bicara. Dan fakta serta input untuk mengambil keputusan yang baik juga didapat dari mendengarkan. Kita tidak perlu berpura-pura tahu semuanya dengan banyak bicara.•

Setiap percakapan yang baik dimulai dengan "mendengarkan." Apalagi di era komunikasi dan IT, semua orang ingin bicara, posting dan didengar.  Ingat, dunia ini bukan tentang kita.  Mendengarkan menunjukkan empati, dan dengan mendengar, Anda mendapat hak untuk didengar. Bila ingin memenangkan pembicaraan atau diskusi, siapkan telinga Anda untuk mendengar! (Esther Idayanti)•

SETIAP PEMBICARAAN YANG BAIK DIMULAI DENGAN MENDENGARKAN.


9

BAHAGIA
Ketika ditanya apa tujuan hidupnya, banyak orang menjawab: "bahagia." Untuk apa menikah? "Agar berbahagia." Mengapa ingin punya anak? "Supaya melengkapi kebahagiaan kami." Tidak salah ingin hidup "bahagia" yang biasanya didefinisikan dengan perasaan positif ketika semua berjalan lancar, makmur, aman, atau mendapatkan yang diinginkan. Tetapi bila fokusnya adalah "mendapatkan" sesuatu agar bahagia, maka kita rentan untuk tidak bahagia bila kehilangan hal itu. Ada tujuan yang lebih besar dalam hidup, lebih dari sekedar "berbahagia." •

KARAKTER. Tujuan utama tentunya untuk menjadi seperti Tuhan dalam karakter-Nya: penuh kasih, sabar, murah hati dll. Kadang kesulitan dan kehilangan dalam hidup justru membangun kualitas ini.•

MEMBERI. Penelitian membuktikan bahwa orang yang paling bahagia adalah orang yang banyak memberi. Ada hubungan antara kebahagiaan dan murah hati. Hidup bukanlah tentang "mendapatkan" melainkan "memberi." Justru dalam memberi, kita menemukan kebahagiaan. Bukan hanya memberi harta, melainkan memberi waktu, perhatian, doa dll.•

MELAYANI. Fokus hidup bukanlah SAYA, tetapi TUHAN yang terutama, ORANG LAIN, baru SAYA. Arti dan kepuasan hidup tidak didapatkan dengan mengejar keinginan SAYA yang tidak ada habisnya, melainkan melayani TUHAN dan SESAMA.•

BERARTI. Hidup Nelson Mandela dan Gandhi penuh tekanan psikologis, penjara, siksaan. Jelas tidak “bahagia” karena perasaan negatif melebihi yang positif. Tetapi ternyata kehidupan mereka membawa arti yang mendalam dan sangat bermanfaat bagi orang lain. Mereka hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri, dan memberi dirinya untuk orang lain. Kehidupan yang “bahagia” tanpa penuh arti tidak akan bertahan lama. Karena kebahagiaan adalah dampak, bukan tujuan (Esther Idayanti).•

BANYAK ORANG SALAH MENGERTI TENTANG "KEBAHAGIAAN SEJATI." HAL ITU TIDAK DIDAPATKAN MELALUI MENYENANGKAN DIRI SENDIRI, MELAINKAN DEDIKASI PADA TUJUAN YANG MULIA (Helen Keller)


6

MENGHORMATI ORANGTUA•

Ketika kuliah, saya pernah menjadi sukarelawan di rumah lansia. Ada kakek nenek yang sangat ramah, ada yang sangat sulit. Ada yang meminta saya menyambungkan telepon ke keluarganya minta dikunjungi, tetapi telepon ditutup di ujung satunya sebelum sang nenek sempat bicara. Sangat menyedihkan.•

Ada hubungan antara orangtua dan anak yang retak. Luka hati yang disebabkan oleh orangtua semasa seseorang kanak-kanak masih membekas hingga dewasa.  Ada orangtua yang melakukan pelecehan, pilih kasih, merendahkan, atau menterlantarkan anaknya. Bahkan sampai sang anak dewasa, ada saja orangtua yang menekan, merendahkan, memalukan, atau bikin masalah. Bagaimana menghormati orangtua yang sulit dihormati?•

HORMATI KARENA POSISINYA.  Memang sulit menghormati seseorang yang tingkah lakunya atau karakternya tidak terhormat. Tetapi bila orang itu adalah orangtua Anda, Anda perlu menghormatinya karena posisinya sebagai orangtua yang Tuhan pakai untuk memberi kehidupan bagi Anda.•

PERINTAH TUHAN. Perintah Tuhan untuk menghormati orangtua tidak disertai klausa “Bila mereka mencintaimu.” Menghormati adalah sebuah keputusan, bukan perasaan. Keputusan untuk tidak menjelek-jelekkan mereka, bersikap sopan pada mereka, memerhatikan orangtua yang lansia, dll. Tidak perlu “mengaggumi” seseorang untuk bisa menghormatinya. Buktinya Anda bisa bersikap hormat pada orang yang baru Anda temui, walaupun Anda tidak tahu bagaimana tingkah lakunya.•

SESAMA MANUSIA. Apapun yang orang lain lakukan, ia masih manusia yang diciptakan Tuhan, kita tidak boleh menghina dan merendahkannya. Bukan berarti kita membenarkan kesalahannya, tetapi kita tetap melakukan bagian kita dalam hubungan ini.•

Disakiti musuh masih lebih bisa diterima dari disakiti oleh orang yang seharusnya mencintai kita. Tapi menghormati orangtua bukan hanya demi “mereka” tetapi juga demi “kita.” Demi ketenangan dan berkat khusus dari Tuhan (Esther Idayanti)•

HORMATI ORANGTUAMU DAN ANAK-ANAKMU AKAN MENGHORMATIMU


3

THE ATHEIST EXPERIMENT

George Walser, seorang pengacara ateis, membeli tanah yang luas tahun 1880 dan mendirikan sebuah kota ateis bernama Liberal, Missouri. Ia memasang pengumuman, mengundang semua ateis untuk tinggal di kota itu, di mana tidak ada gereja, anak-anak tidak dibesarkan dengan ajaran agama tertentu dan orang Kristen dilarang tinggal di situ.•

Tetapi, kota ini hanya bertahan selama 5 tahun saja sebelum kekacauan mulai terjadi. Angka kriminalitas sangat tinggi, anak-anak berontak pada orang tuanya, pekerjaan rutin dokter kandungan adalah mengaborsi janin, dll. Kira-kira begitulah hidup tanpa "Tuhan", karena bila tidak ada Tuhan, maka tidak ada sumber nilai moral yang absolut. Sehingga orang boleh melakukan apapun yang mereka sukai. Selain hilangnya nilai moral, ateisme menghilangkan jawaban atas pertanyaan mendasar dalam hidup: Siapa saya? Apa tujuan hidup saya? Ke mana saya setelah meninggal nanti? Manusia tidak ada bedanya dengan binatang, tidak ada artinya, nihilisme.•

Sebaliknya, bila kita percaya bahwa ada Tuhan, maka kita percaya adanya nilai moral yang mengatur kehidupan kita. Kehidupan memiliki arti, yaitu menggenapi rencana-Nya untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih indah. Dan pada akhir hidupnya, manusia akan kembali pada pencipta-Nya.•

Mungkin orang menjadi ateis karena ia tidak ingin ada Tuhan yang mengatur hidupnya. Karena bila kita percaya ada Tuhan, mau tidak mau kita harus mempertanggung jawabkan kehidupan kita pada-Nya. Jangan kalah dengan George Walser. Di akhir hidupnya ia menyadari kesalahannya dan menulis buku berjudul "The Life and Teaching of Jesus" (Esther Idayanti)•

SIAPKAN MAKAN MALAM YANG ENAK UNTUK SEORANG ATEIS DAN TANYAKAN PADANYA APAKAH IA PERCAYA ADA ORANG YANG MEMASAKNYA (Unknown)•

Serve an atheist a fine meal, then ask him if he believes there is a cook (Unknown)


7

MAKE ME HAPPY, PLEASE•

Kalau diminta menasihati teman yang masih single, nasihat saya: bila ingin menikah dengan tujuan “supaya saya bisa bahagia,” lebih baik tidak usah menikah.  Kalau seseorang tidak bahagia ketika single, jangan berharap ia akan bahagia ketika menikah. Surfer legendaris Laird Hamilton dan juara bola voli Gabrielle Reece telah menikah selama 20 tahun.  Kata Gabrielle, “Kita selalu bergurau, ‘Kamu buat dirimu bahagia, dan aku buat diriku bahagia, lalu kita dapat berkumpul dan lakukan sesuatu dari situ.’” Menurut Gabrielle, bukan tugasnya untuk membuat suaminya bahagia, dan bukan tugas suaminya untuk membuatnya bahagia, itu tidak realistis•

Banyak orang menikah berpikir bahwa pernikahan adalah sebuah kotak yang penuh hadiah-hadiah indah yang mereka inginkan: romantisme, persahabatan, keintiman, dll. Tetapi sebenarnya, pernikahan mirip sebuah kotak yang kosong, Anda harus menaruh sesuatu di sana sebelum Anda bisa mengambil sesuatu dari kotak itu.  Tidak ada persahabatan dalam pernikahan, kalau Anda tidak menaruhnya di dalam kotak itu.  Tidak ada romantisme dalam kotak, kalau Anda tidak memulainya.  Tidak ada cinta yang penuh pengorbanan kalau bukan Anda yang menaruhnya terlebih dahulu.  Kalau Anda mengambil lebih dari yang Anda taruh, maka kotak akan kosong.•

Pernikahan itu mahal, bukan karena  membayar cincin dan pesta pernikahan, tetapi karena harga yang harus dibayar adalah diri Anda sendiri: kenyamanan Anda, ego Anda, hak-hak Anda, dll. Anda harus mengampuni ketika dilukai. Melayani ketika kelelahan.  Menebar kasih ketika sebenarnya ingin marah. Mendengarkan ketika sebenarnya ingin tidur.  Pernikahan adalah tentang memberi dan berkorban.  Kalau Anda menikah dengan tujuan untuk membahagiakan diri, maka dijamin Anda akan kecewa.  Tetapi ketika Anda berani berkorban, maka Anda akan menuai cinta sejati  dan hubungan yang berarti (Esther Idayanti)•

PERNIKAHAN MENGAJARKAN TENTANG TIDAK MEMENTINGKAN DIRI, LEBIH DARI YANG ANDA INGIN KETAHUI.


27

PEDULI

Apa hubungannya seni dan ebola?  Mary Beth Heffernan, dosen seni di Occidental College terobsesi dengan ebola, bukan karena ia tertarik untuk meneliti penyakit itu, tetapi karena ia terganggu melihat di berita foto-foto para pekerja dengan penutup tubuh putih yang menakutkan.  Katanya, “Saya bayangkan bagaimana rasanya menjadi pasien?  Tidak melihat wajah seseorang hari demi hari?” Ia berpikir pasti ada cara untuk meringankan penderitaan mereka.•

Mary Beth membagikan idenya untuk mendapatkan dukungan, lalu ia berangkat ke wilayah yang terjangkit Ebola untuk memulai karyanya.  Ia memotret wajah para pekerja kesehatan saat tersenyum, mencetaknya di stiker, lalu menempelkannya di baju putih mereka. Foto-foto ini membawa perubahan yang sangat besar bagi pasien yang dirawat dan juga untuk para pekerja yang tak kenal lelah itu.  Pasien bisa merasakan kehangatan di balik helm dan penutup tubuh putih yang kaku.  Seorang pekerja kesehatan berkata, “Saya merasa sekarang saya bekerja dengan manusia lain, dan bukan seperti monster putih atau zombie putih.” Sebuah hal sederhana membawa harapan dan perubahan besar. Kuncinya bukan menjadi seorang yang jenius, tetapi peduli.•

Kepedulian bukan hanya membawa harapan, tetapi menjadi benih inovasi. Berbagai penemuan ilmiah berakar dari pemikiran bagaimana membuat kehidupan orang lain menjadi lebih baik.  Kepedulian juga meningkatkan produktivitas. Menurut penulis dan pakar manajemen  Victor Lipman, bila para pekerja merasa dipedulikan oleh atasan, maka mereka dapat menjadi lebih produktif, “Take care of your people and they’ll take care of you." Bisnis yang berkembang adalah bisnis yang peduli pada pelanggannya.  Kepedulian, hal kecil yang membawa perbedaan besar. Pesan dari Mother Teresa, “Jangan terlalu sibuk sampai Anda tidak memikirkan orang lain.” (Esther Idayanti)•

ANDA BENAR-BENAR DAPAT MENGUBAH DUNIA BILA ANDA PEDULI (Marian Wright Edelman)


2

TIGA HAL YANG TUHAN TIDAK DAPAT LAKUKAN. •
Lho katanya Tuhan Maha Kuasa, mengapa judul artikel ini menulis demikian? Tuhan tidak bisa•

MEMAKSA ANDA MELAKUKAN SESUATU.  Seorang gembala bisa membawa dombanya ke sungai, tapi tidak bisa memaksa dombanya untuk minum. Demikian juga Tuhan sudah menyediakan semuanya: akal sehat, kemampuan, pengampunan, tuntunan-Nya dll, tetapi Ia tidak bisa memaksa manusia untuk taat pada-Nya. Ketaatan adalah kerelaan•

MENGHILANGKAN KEJAHATAN. Kejahatan akan hilang, tapi bukan sekarang dan tidak di dunia ini. Kalau Tuhan memutuskan untuk menghapuskan dosa dan kejahatan, maka sebagian besar bahkan semua populasi dunia ini akan habis. Kantor-kantor akan kosong karena koruptor musnah. Sekolah sepi karena orang yang mencontek hilang. Orang yang pikirannya kotor, motivasinya jahat, dalam hatinya terselip kebencian juga masuk dalam daftar orang yang dihilangkan. Termasuk Anda dan saya. Gawat! Orang salah mengerti. Mereka menuduh Tuhan lemah dan membiarkan kejahatan, padahal Ia memberi waktu supaya kita bertobat•

TIDAK MENGASIHI ANDA. Tuhan "adalah" kasih, bukan Tuhan "punya" kasih. Punya kasih bisa habis, tetapi bila keberadaan adalah kasih, tidak bisa habis. Tuhan mengasihi kita bukan karena kita sempurna, layak dikasihi, tetapi karena Ia adalah kasih. Tuhan membenci dosa, tetapi mengasihi manusianya. Kita patut bersyukur untuk itu (Esther Idayanti).

TUHAN MENGASIHI ANDA, BAHKAN PADA MASA TERGELAP ANDA. DIA MENGHIBUR ANDA, BAHKAN  PADA MASA TERSULIT ANDA. IA MENGAMPUNI ANDA BAHKAN DALAM KEGAGALAN TERBESAR ANDA.


13

NEW LEADERSHIP

Tahun 2014, CEO General Motors (GM) Mary Barra dipanggil ke Congress USA (semacam DPR) terkait belasan kecelakaan dan recall jutaan mobil GM karena masalah stop kontak dan airbag. Menurut penelitian konsultan independen, ternyata ini bukan sekedar masalah teknis, melainkan berakar pada budaya kepemimpinan.  Dalam perusahaan itu dikenal “Anggukan GM” yaitu mengangguk saat rapat, tetapi keluar ruangan dan tidak melakukan apapun. Dan “Salam GM” yaitu melipat tangan di dada sambil jari menunjuk ke luar seolah mengatakan bukan tanggung jawab saya.  Sebelum kepemimpinan berubah, tidak akan ada perubahan dan kemajuan. Pemimpin selalu dituntut untuk berubah sesuai perkembangan zaman:•

MODEL LAMA VS. BARU.  Menurut Dean Williams (pengajar di Harvard Kennedy School of Government), pemimpin “tradisional” menonjolkan diri (“lihatlah aku”), mendominasi (“dengarkan aku”), mengandalkan keturunan/kesukuan (“ikuti aku”). Tetapi di zaman modern saat ini, model seperti itu tidak lagi populer. Pemimpin yang dicari adalah agen perubah (change agent) yang dapat menggerakkan orang untuk memahami realita, terlibat dalam penyelesaian masalah, dan memberikan solusi yang inovatif dalam waktu yang relatif singkat dan dengan fokus yang tajam.•

PAGAR ATAU JEMBATAN? Bila pemimpin model lama menekankan batasan (kami vs. kamu) dan membangun pagar, para pemimpin yang efektif justru melintas batas dan membangun jembatan.  Seorang pemimpin membangun pagar untuk mengamankan posisinya dan memberi status bagi para pendukungnya sebagai orang-orang yang “khusus.” Namun, untuk dapat bekerja sama, justru rasa persaingan antar kelompok harus diminimalkan, dan semua pengikut diajak untuk memiliki tujuan bersama.•

Jadi pemimpin memang tidak mudah. Bila Anda tidak punya hati untuk orang yang Anda pimpin dan mencintai pekerjaan Anda, maka memimpin menjadi sebuah beban (Esther Idayanti)•

SESEORANG TAK DAPAT MENJADI PEMIMPIN YANG BAIK BILA IA MENCINTAI JABATANNYA DAN BUKAN TUGASNYA (Agustine)


2

THE WEAKNESS OF STRENGTH

Apa yang dibanggakan sebuah bangsa, itu juga yang bisa menjeratnya kalau tidak berhati-hati.  Amerika mengagung-agungkan kebebasan dan hak.  Namun menurut saya sedikit kebablasan. Contohnya, sekarang orang bisa masuk ke toilet yang ia inginkan, tidak lagi berdasarkan jenis kelamin fisik saat lahir. Kalau seseorang merasa gendernya perempuan walaupun secara fisik ia laki-laki, maka ia boleh masuk toilet perempuan.  Menurut mereka, ini bagian dari kebebasan dan hak.•

Bagaimana dengan Indonesia?  Kalau saya bicara tentang negara ini, bukan berarti saya tidak cinta Indonesia, karena saya adalah bagian darinya.  Apa yang kita banggakan adalah suku dan kekayaan budaya yang beraneka ragam. Saya bangga menjadi orang Jawa, orang lain bangga sebagai orang Batak, Maluku, dll. Kebanggaan boleh saja. Tetapi apa yang kita banggakan bisa menjadi bumerang.  Rasa kesukuan yang terlalu tinggi dan sentimen SARA bisa memicu perpecahan NKRI bila dibiarkan melebihi perasaan kebangsaan.•

Dalam tingkatan personal, kalau kekuatan Anda adalah mendengar, kelemahannya kadang kurang bicara. Kalau kekuatan Anda adalah kesetiaan, kadang saking setianya Anda malas untuk maju dan berubah. Kalau kekuatan Anda adalah memiliki visi dan impian, kadang hal-hal besar itu membuat Anda lupa menangani hal-hal detail. Kalau kekuatan Anda adalah percaya diri, kadang bisa tampak arogan.•

Penting untuk menyadari bahwa kekuatan Anda juga menjadi kelemahan Anda, supaya Anda bisa menemukan keseimbangannya.  Anda mengerti kapan mengeluarkan kekuatan Anda, dan seberapa besar, sehingga kekuatan itu memberi hasil yang terbaik dan membawa suka cita terbesar. Dengan mengerti hal ini, Anda juga menjadi lebih rendah hati, karena kesombonganlah yang membuat kekuatan Anda menjadi kelemahan terbesar (Esther Idayanti).•

KEKUATANKU DAN KELEMAHANKU ADALAH ANAK KEMBAR DARI RAHIM YANG SAMA (Marge Piercy)

My strength and my weakness are twins in the same womb (Marge Piercy)


1

CHOOSE HOPE

Ada seekor burung kecil yang memiliki kicauan sangat indah. Tidak seperti burung-burung lain, burung Nightingale ini berkicau di malam hari. Ketika semua gelap dan tidak tampak keindahan sedikit pun, burung ini menyanyikan pengharapan bahwa terang akan tiba. Seperti itu juga, kadang justru di tengah kegelapan kita harus “bernyanyi.” Anne Lamott berkata, “Harapan dimulai dalam kegelapan... Sebuah pengharapan bahwa kalau Anda terus tampil dan melakukan hal yang benar, fajar akan tiba. Jangan menyerah.”•

Menurut neuroscience, perasaan memiliki “harapan” membuat otak mengeluarkan neurokimia yang memblokir rasa sakit dan mempercepat kesembuhan. Hormon endorphins dan enkephalins yang dilepaskan memiliki efek mirip morfin•

Mungkin keadaan tidak akan berubah. Kadang nampaknya justru bertambah buruk. Tetapi tidak mengapa, karena harapan kita bukan pada keadaan. Dunia tidak dapat menjanjikan hal-hal yang baik dan menyenangkan. Tetapi kita menggantungkan harapan pada sebuah pribadi, bukan pada keadaan. Dan “pribadi” itu adalah Tuhan. Ketika situasi tidak bertambah baik, kita punya harapan bahwa Tuhan akan membawa kita melalui hal itu. Kita bisa berharap bahwa Ia dekat pada kita, dan Tuhan tetap dapat mengerjakan rencana-Nya yang baik, seperti apapun keadaan kita. Bahkan ketika kita dalam bayang-bayang maut pun, kita memiliki harapan untuk berjumpa dengan-Nya dalam kehidupan yang lain. Seperti kata Clare Boothe Luce, “Tidak ada situasi tanpa harapan. Yang ada adalah orang yang kehilangan harapan terhadap situasi tersebut.”•

Beberapa orang berpikir bahwa “berharap” adalah sebuah perasaan atau emosi. Tetapi sebenarnya berharap adalah sebuah disiplin diri, sebuah ketetapan untuk percaya bahwa Tuhan ada dan peduli, bahkan ketika dunia sepertinya menekan dan berusaha menghancurkan. So, choose to trust and tell yourself, “Hope in God!” (Esther Idayanti)

SELAMA KITA PUNYA TUHAN, KITA PUNYA HARAPAN


18