POLDA_LAMPUNG@halo_polda_lampung

Akun instagram resmi Polda Lampung
Jalan WR Supratman - Teluk Betung - Kota Bandar Lampung
Contact by DM or email [email protected]

Tekanan kerja tinggi dan tak kenal jam kerja pasti tak ayal membuat profesi TNI - Polri - Pers agak bermusuhan dengan olahraga. Terutama yang menguras kekuatan fisik. Polres Pesawaran justru jadikan berlari menjadi ajang pererat hubungan yang sudah ada lewat berkeringat mandi matahari bersama. Walau lomba disetting pagi hari yang umumnya masih jadi jam tidur para awak media, ada pengecualian khusus untuk kebersamaan yang dikomando Polres Pesawaran. Saat lomba harus berbagi ruas jalan sempit dengan pengguna jalan raya juga disambut dengan tawa. Bercanda terus mengalir sepanjang kaki berlari. Bonus kompak melempar makian saat ada peserta yang mencoba berbuat curang. .

Hasilnya tak tertebak. Jurnalis dari media online buanainformasi.com Adi dapat rejeki pagi hari seekor kambing jantan dewasa usai memenangkan lomba maraton. Mungkin karena dipaksa ikut mandi matahari, si embeek sempat pancing rekan media untuk adu kepala. Tetap jadi bahan candaan sambil antisipasi diseruduk kambing. Adi - pun nyengir kuda saat diminta memberikan ciuman kemenangan buat si kambing sebagai tanda sah kepemilikan.
Disusul dengan Randy dari Harian Lampung 24 jam diposisi kedua dan Imron dari Harian Bongkar Post mendapat juara ketiga. Itu untuk kelas Pers.
Kemudian dari kelas anggota Kompi senapan A Yonif 143 Tri Wira Eka Jaya Candi Mas Natar - Lampung Selatan ada Prada Ayi Abdul Aziz jadi jawara. Disusul Sertu Adi Hermanto dan Serda Yoga FA diposisi kedua dan ketiga.
Terakhir dari kelompok tuan rumah Polres Pesawaran dikuasai penuh oleh darah muda. Ada IPDA Johanes yang jadi juara. Lalu Bripda Ardian dan Bripda Doni dibelakangnya. Untuk kelompok TNI dan Polri ini berhak membawa pulang ayam kampung dan ayam negeri hidup-hidup.
Momen penyerahan hadiah pun tak luput dari tawa. Eh, ternyata ada polisi yang takut sama ayam lho.... (*) Laporan Topu / BF1.057 - 18082018

@humas_poldalampung @jokowi @kapolri @mabespolri @divisihumaspolri @polisi_indonesia @halo_polisi @berita_polisi_terkini @irjenpolsetyowasisto @kadivhumaspolri @biromultimedia @tribrata.go.id  @kamihumaspolri @halopolisi


1

Hancuuurrrr tapi seruuu!!! Senam pagi bersama sebagai bagian dari Olahraga Bersama Untuk Sinergitas TNI - POLRI - PERS di Kabupaten Pesawaran di Lapangan Apel Mapolres Pesawaran, Sabtu 18 Agustus 2018.
Sudah ada komando dan gerakan dari instruktur senam, tapi peserta yang berasal dari anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran, anggota Kompi senapan A Yonif 143 Tri Wira Eka Jaya Candi Mas Natar - Lampung Selatan dan personil Polres Pesawaran terpecah dengan gaya masing-masing.
Penuh tawa sambil melempar guyon. Terkadang tangan bergerak abadikan momen untuk kemudian diunggah dilaman media sosial masing-masing. (*) Laporan Topu / BV530 - 18082018

@humas_poldalampung @jokowi @kapolri @mabespolri @divisihumaspolri @polisi_indonesia @halo_polisi @berita_polisi_terkini @irjenpolsetyowasisto @kadivhumaspolri @biromultimedia @tribrata.go.id  @kamihumaspolri @halopolisi


0

Mohon bantu mereka pulang 🙏. .

Miris ! Ini Pengakuan Menyedihkan Kaum Difabel Yang Dipaksa Mengemis .
Bandar Lampung - Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung AKBP I Ketut Seregig sebut hasil sementara pemeriksaan para korban kaum difabel, orangtua dan cacat mental yang dieksploitasi komplotan Sapon cs sangat miris.
. "Lima korban semuanya dalam kondisi menyedihkan. Tak terawat, sakit dan stress berat. Korban diancam, wajib setor hasil mengemis jika tidak ingin dipukul atau dibunuh, " kata Ketut saat diwawancarai para awak media usai ekspos penindakan tersebut di Lobby Gedung Ditreskrimum, Jumat 17 Agustus 2018.

Para korban tidak ingat detail kapan mulai dijadikan pengemis. Versi korban sudah lama sementara versi tersangka sebut baru setahun. Para korban juga mengaku hanya diberi makan dan kasur tipis dilantai untuk tidur. Soal kebersihan tubuh, kadang istri tersangka Sapon yang memandikan para korban supaya tidak terlalu bau. Untuk korban Enjel yang satu-satunya perempuan, kondisi stress sedikit menyulitkan anggota mendalami kemungkinan dieksploitasi secara seksual. . "Tidak ada libur, tetap mengemis walau sakit. Maaf kata, mereka diperlakukan seperti hewan. Para korban bukan warga Bandar Lampung. Seperti korban Joni misalnya yang diakui tersangka Hermawan diambil dari Lampung Timur. Yang lebih miris lagi, korban Dadang itu justru Paman dari tersangka Sapon, " papar Ketut blak-blakan.
Kepada seluruh tersangka, Polda Lampung mengenakan Pasal 2 Ayat (1) UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Perdagangan Manusia dengan ancaman 3 - 15 tahun penjara dan denda Rp120 juta - 600 juta. Polda Lampung juga sudah koordinasi dengan Dinas Sosial untuk merawat kelima korban termasuk menelusuri jejak keluarga korban. Bagi warga yang mengenali para korban, silahkan kontak kepolisian terdekat atau datang langsung ke Ditreskrimum Polda Lampung untuk mengenali. Mohon bantuan warga mengembalikan para korban ke keluarga mereka. (*) Laporan Topu / B973 - 17082018

@humas_poldalampung @jokowi @kapolri @mabespolri @divisihumaspolri @polisi_indonesia @halo_polisi @berita_polisi_terkini @irjenpolsetyowasisto @kadivhumaspolri @biromultimedia


42

Saat ekspos.
.

Komplotan Perdagangan Manusia Kaum Difabel Tergolong Profesional (Part 2)

Bandar Lampung - Dinilai menjanjikan, ada perkembangan menyedihkan yang ditemukan Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung dari komplotan perdagangan orang modus jadikan kaum difabel dan orangtua jadi pengemis. . "Tersangka Hermawan (21) tadinya hanya bertugas merekrut dan antar jemput saja. Rupanya dia pintar juga, mempelajari bisnis biadap itu dan ingin dapat keuntungan yang lebih besar sehingga dia, istilahnya (maaf) buka cabang. Dia pekerjakan korban Joni untuk mengemis. Jadi tersangka Hermawan boleh dibilang dapat dobel. Dari hasil antar jemput korban dapat, dari setoran mengemis korban rekruitannya sendiri juga dapat, " jelas Kasubdit AKBP I Ketut Seregig tentang has pemeriksaan terbaru dari para tersangka yang saat diringkus kebanyakan sedang dalam kondisi mabuk tuak itu. .

Warga Jalan Pajajaran Kelurahan Jagabaya I Kecamatan Way Halim Kota Bandar Lampung inilah yang 'mengambil' korban Memed alias Mamat alias Undur-undur dari Pasar Kramat Jati Jakarta walau sejatinya korban Memed berasal dari Cianjur Provinsi Jawa Barat. Disebut mengambil karena tersangka akui saat itu korban sedang duduk sendirian dan bisu sehingga gampang dibawa ke Lampung. "Tersangka Hermawan ajak tersangka Fani Kurniawan (18) kerjasama mengawasi korban Joni sambil tetap bekerja sebagai anggota tersangka Sapon. Empat orang yang lagi buron juga punya tugas sendiri, " lanjut Ketut menguraikan. .

Selain pembagian tugas jelas dengan upah menggiurkan, komplotan ini juga 'memoles' korban dahulu sebelum ditinggalkan bertugas. Diberi baju koko, peci, balutan perban seperti ada luka berat dan sebagainya yang berfungsi memancing orang yang melihat untuk lebih iba. Lokasi mengemis juga dicari yang strategis dan dikapling sehingga pengemis lain tidak boleh bertugas dilokasi tersebut. Pasar, SPBU dan titik keramaian warga jadi favorit. Total dari lima korban yang dijadikan pengemis bisa terkumpul Rp500 - 700 ribu. Setiap hari ! Jumlah itu akan berlipat saat weekend, hari libur, bulan suci Ramadan, Lebaran dan hari besar agama lainnya. (*) Laporan Topu / B972 - 17082018


3

Dirreskrimum Kombes Bobby P Marpaung saat pimpin ekspos. .

Komplotan Perdagangan Manusia Kaum Difabel Tergolong Profesional (Part 1) .

Bandar Lampung - Penyelidikan sementara Ditreskrimum Polda Lampung yang membongkar komplotan perdagangan orang kaum difabel dan orang tua untuk dipekerjakan sebagai pengemis menyimpulkan komplotan ini tergolong profesional. . "Tersangka M Sapon Riadi (41) itu otak sekaligus Ketuanya. Ia merekrut anggotanya, perintahkan tersangka lain menculik orang difabel, penerima setoran hasil mengemis dan mengatur pembagian tugas antar jemput para korban sambil mengawasi biar korban tidak kabur, " urai Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum AKBP Ruli Andi menjelaskan peranan enam tersangka yang diringkus Rabu 15 Agustus 2018 lalu itu. .
Tersangka yang merupakan warga Kelurahan Jagabaya II Kecamatan Way Halim ini juga sengaja sewa satu rumah kontrakan khusus untuk tempat tinggal para korban sehingga mudah diawasi. Selanjutnya tersangka Ratim (43) yang berperan sebagai Wakil Ketua. Warga Umbul Salak Desa Sukarame Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran yang ambil alih koordinasi jaringan jika Sapon tak ada. . "Lalu ada tersangka Nanang Waliadin (19) yang notabene adalah ponakan dari tersangka Sapon. Warga Dusun Pematang Awi Desa Sukajaya Punduh Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran bertugas antar jemput dengan upah Rp100 - 200 ribu perhari tergantung besaran hasil mengemis para korban, " lanjut Ruli menjelaskan. .
Kemudian tersangka Eko (32), Hermawan (21) dan Fani Kurniawan (18) juga tugas sama seperti Nanang. Jadi tukang ojek khusus dengan besaran upah yang sama dengan tersangka Nanang. Empat anggota komplotan ini yang sedang diburu tim Tekab 308 Jatanras yakni U, S,  W,  dan J juga punya peran sendiri.
Menilai eksploitasi kaum difabel dan orangtua itu menjanjikan, komplotan ini juga menunjukkan perkembangan menyedihkan. (BERSAMBUNG ke Part 2).(*) Laporan Topu / B971 - 17082018

@humas_poldalampung @jokowi @kapolri @mabespolri @divisihumaspolri @polisi_indonesia @halo_polisi @berita_polisi_terkini @irjenpolsetyowasisto @kadivhumaspolri @biromultimedia @tribrata.go.id  @kamihumaspolri @halopolisi


1

Saat enam tersangka baru diringkus. .

Pengemis Memed Buka Jalan Polda Lampung Bongkar Komplotan Perdagangan Manusia Kaum Difabel
.
Bandar Lampung - Kerjasama Subdit III Jatanras dan Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung bongkar komplotan perdagangan manusia kaum difabel yang dijadikan pengemis pada Rabu 15 Agustus 2018 lalu diawali dari pengemis Memed alias Mamat alias Undur-undur. . "Korban Memed warga Cianjur Provinsi Jawa Barat dinyatakan keluarga hilang lebih dari setahun. Keluarga terus melakukan pencarian dan akhirnya ditemukan pihak keluarga sedang mengemis di SPBU Garuntang - Teluk Betung Selatan. Kemudian ada informasi warga bahwa korban Memed diantar jemput tiap hari oleh tersangka Nanang, " kata Dirreskrimum Kombes Bobby P Marpaung saat memimpin ekspos penindakan tersebut di Lobby Gedung Ditreskrimum, Jumat 17 Agustus 2018. .

Tim Tekab 308 dipimpin Kasubdit III Jatanras AKBP Ruli Andi pasang strategi untuk menangkap tersangka Nanang Waliadin (19). Berhasil diringkus, Nanang akhirnya buka suara. Serigala pemburu Tekab 308 dipecah untuk bergerak cepat meringkus tersangka M Sapon Riadi (42), Ratim (43), Fani Kurniawan (18), Eko (32) dan Hermawan (32). . "Innalillahi, para tersangka ini mempekerjakan kaum difabel dan orang tua untuk mengemis di pasar, SPBU atau titik keramaian masyarakat. Selain difabel, ada korban yang menderita cacat mental juga. Bahkan sedang dalam kondisi sakit juga dipaksa tetap harus mengemis. Setiap pagi diantar ke lokasi mengemis, sorenya dijemput dibawa pulang ke rumah kontrakan, " lanjut Bobby yang didampingi Kasubdit IV Renakta AKBP I Ketut Seregig. .

Selain Memed alias Mamat alias Undur-undur yang menderita bisu, Tekab 308 menyelamatkan orangtua bernama Agus yang sedang dalam kondisi sakit, korban Dadang yang menderita cacat mental, korban Enjel (perempuan) yang juga cacat mental dan Joni (difabel yang sedang dalam kondisi sakit). (*) Laporan Topu / B970 - 17082018

@humas_poldalampung @jokowi @kapolri @mabespolri @divisihumaspolri @polisi_indonesia @halo_polisi @berita_polisi_terkini @irjenpolsetyowasisto @kadivhumaspolri @biromultimedia @tribrata.go.id  @kamihumaspolri @halopolisi


26

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung membongkar sindikat perdagangan manusia dengan modus menjadikan kaum difabel (penderita cacat / ketunaan) sebagai pengemis. Enam tersangka tersebut bekerjasama dan tanpa belas kasihan memaksa korban penderita difabel yang sudah berumur dan beberapa dalam kondisi sakit untuk mengemis. Selanjutnya hasil mengemis diambil tersangka seluruhnya dan dipergunakan untuk keperluan pribadi. Membeli motor misalnya. Tersangka M Sapon Riadi (42), Ratim (43), Nanang Waliadin (19), Fani Kurniawan (18), Eko (32) dan Hermawan (32) diringkus dari lokasi berbeda. Miris, ada tersangka yang saat diringkus tim Tekab 308 Jatanras sedang mabuk tuak. Anggota jaringan tidak berperikemanusiaan itu yakni U, S, W dan J masih diburu alias buron. . . . . . . . "Para korban disuruh mengemis setiap hari tanpa hari libur. Tiap korban bisa menghasilkan Rp500 - 700 ribu setiap hari. Itu semua harus disetorkan ke tersangka Sapon yang menjadi Ketua komplotan ini. Sapon yang selanjutnya membagikan tergantung peranan masing-masing. Sementara para korban hanya diberikan makan, rumah yang disewa sebagai tempat tinggal dan rokok. Kalau korban tidak mau mengemis, maka korban diancam disiksa dan dan dibunuh para tersangka, " kata Dirreskrimum Kombes Bobby P Marpaung saat memimpin ekspos penindakan tersebut didampingi Kasubdit IV Perlindungan Anak dan Wanita I Ketut Seregig di Lobby Ditresnarkoba Mapolda, Jumat 17 Agustus 2018. (*) Laporan Topu / BF1.056 - 17082018

@humas_poldalampung @jokowi @kapolri @mabespolri @divisihumaspolri @polisi_indonesia @halo_polisi @berita_polisi_terkini @irjenpolsetyowasisto @kadivhumaspolri @biromultimedia @tribrata.go.id  @kamihumaspolri @halopolisi


25

Tabik Pun...... Buat Kiyai warga Kabupaten Pesawaran yang memiliki tanggal lahir 17 Agustus, ada kejutan istimewa dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pesawaran.
Yuuuk.... Yuuuk.... Yuuuk.... Yuuuuuuuuk..... Yang belum punya SIM dan lahir ditanggal keramat alias bersamaan dengan HUT Republik Indonesia, silahkan dinikmati layanan ini. (*) Laporan Topu / BF1.055 - 17082018

@humas_poldalampung @jokowi @kapolri @mabespolri @divisihumaspolri @polisi_indonesia @halo_polisi @berita_polisi_terkini @irjenpolsetyowasisto @kadivhumaspolri @biromultimedia @tribrata.go.id  @kamihumaspolri @halopolisi


5

Halo kreator muda Provinsi Lampung... Smartphone ditangan yuk dimanfaatkan untuk menghasilkan konten positif tebar kebaikan... Satlantas Polres Pesawaran beri kesempatan bagi kreator video buat unjuk kebolehan.... Yuk dibaca dengan cermat sampai tuntas... Ini peluang emas lho buat asah kualitas dan kreativitas untuk karya yang lebih baik lagi.... Tunjukkan kalau ponsel tidak sekadar smartphone, otak juga lebih smart... Jangan lupa, Ide orisinal still the best daripada copy paste. (*) Laporan Topu / BF1.054 - 16082018

@humas_poldalampung @jokowi @kapolri @mabespolri @divisihumaspolri @polisi_indonesia @halo_polisi @berita_polisi_terkini @irjenpolsetyowasisto @kadivhumaspolri @biromultimedia @tribrata.go.id  @kamihumaspolri @halopolisi


2

Tabik Pun.... Selamat Kamis pagi Kiyai.... Layanan jemput bola SIM Keliling (SIMLING) dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung hari ini hadir di Tugu Juang Bandar Lampung.

Selamat menikmati berbagai ragam perayaan HUT Republik Indonesia yang ke - 73 Kiyai. Besok adalah puncaknya. Kembali mengingat sejarah bangsa dan menikmati kemerdekaan dengan berbuat yang terbaik dari diri sendiri untuk keluarga, bangsa dan negara. Salah satunya dengan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
Hati-hati dan selalu waspada dalam berkendara Kiyai.
Ingat, kecerobohan Kiyai berakibat pada diri sendiri dan orang lain.
Aturan ada untuk dipatuhi, BUKAN untuk dilanggar atas nama apapun alasannya. .

Demikian Kiyai, tetap semangat menjemput rejeki halal, semoga jadi berkah buat keluarga dan pahala tabungan akhirat. Jika menemukan sesuatu yang janggal atau tindak kejahatan, silahkan bisikkan ke kami via DM atau email di halopoldalampung@gmail.com. Salam hangat dan semangat sepanjang hari dari kami untuk Kiyai semua. (*) Laporan Topu / BF1.053 - 16082018

@humas_poldalampung @jokowi @kapolri @mabespolri @divisihumaspolri @polisi_indonesia @halo_polisi @berita_polisi_terkini @irjenpolsetyowasisto @kadivhumaspolri @biromultimedia @tribrata.go.id  @kamihumaspolri @halopolisi


7

Kapolres Lampung Selatan saat memimpin ekspos. .

Kapolsek Penengahan : Tersangka Mengaku Baut Sudah Tidak Terpakai .

Bandar Lampung - Sebelas tersangka kasus curat baut beam dan baut blok Jalan Tol Trans Sumatera jalur Kabupaten Lampung Selatan, Suhari (35), Omaedi (35), Kholil (40), Hadi Saputra (29), Usup (19), Apriadi (33), Dwi Santoso (30), Hendri Samsuir (48), M Toha Aruan (41), Fridol Lumbangaol (23) dan Tia Irawan (32), kompak sebut baut yang mereka curi sudah tidak terpakai. . "Saat kami periksa, tersangka mengaku mengira kalau baut-baut itu sudah tidak terpakai lagi. Kemudian tersangka juga mengetahui kondisi mess yang pengawasannya lemah. Tidak ada yang tinggal permanen disitu. Lalu inventaris berbagai barang yang ada di mess juga kurang. Nah, celah itulah yang dimanfaatkan tersangka. Jadi diambil untuk dijual sebagai rongsokan, " jelas Kapolsek Penengahan AKP Enrico Donald Sidauruk yang bersama Kasatreskrim Polres Lampung Selatan AKP Effendi memimpin penindakan sebelas tersangka tersebut di Mapolsek, Rabu 15 Agustus 2018.
.

Ketidaktahuan tersebut yang membuat seluruh tersangka yang diringkus tim gabungan serigala pemburu Tekab 308 Satreskrim Polres Lampung Selatan dan Unit Reskrim Polsek Penengahan lancar beraksi sejak Mei 2018. Tersangka Kholil yang notabene mantan pekerja PT Sentra Karya Mandiri (SKM) yang ada di Dusun Kayubi Desa Kekiling dan pernah tinggal di mess milik sub kontraktor pembangunan jalan tol tersebut jadi otak pencurian.
. "Mereka beraksi malam hari. Kondisi mess yang menurut para tersangka tidak dikunci makin memudahkan mereka mengangkut baut yang dikemas karung. Lalu dibawa ke agen rongsokan dengan menggunakan motor. Dicicil hingga mereka pindahkan sekitar 68 karung baut beam dan baut blok, " urai Enrico gamblang. .

Pasal 480, 481 dan 363 KUHP dikenakan kepada tersangka tergantung peran masing-masing. Pengembangan dilakukan untuk ingatkan masyarakat tidak membeli barang curian dan lebih memastikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera berlangsung aman saat dipergunakan.(*) Laporan Topu / B969 - 15082018

@humas_poldalampung @jokowi @kapolri @mabespolri @divisihumaspolri @polisi_indonesia @halo_polisi


2

(atas) Saat ekspos penindakan (bawah) wujud baut. .

Dini Hari, Pencuri Baut Pembatas Jalan Tol Trans Sumatera Diciduk
.

Bandar Lampung - Tiga bulan lebih lancar manis mencuri baut yang dipergunakan untuk pembatas jalan Tol Trans Sumatera diwilayah Kabupaten Lampung Selatan, kerjasama apik sebelas tersangka berakhir diujung taring tim gabungan serigala pemburu Tekab 308 Satreskrim Polres Lampung Selatan dan Unit Reskrim Polsek Penengahan. . . "Seluruh tersangka kami tindak dari berbagai lokasi berbeda pada Jumat 10 Agustus 2018 dini hari. Informasi dari masyarakat yang peduli dengan keselamatan dan kelancaran pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera jadi penolong terbesar sehingga hasil penyelidikan mengerucut pada sebelas tersangka itu, " kata Kapolsek Penengahan AKP Enrico Donald Sidauruk yang bersama Kasatreskrim Polres Lampung Selatan AKP Effendi memimpin penindakan tersebut di Mapolsek, Rabu 15 Agustus 2018.
.

Tersangka Suhari (35) yang pertama diciduk dari Desa Kekiling Kecamatan Penengahan. Lalu tersangka Omaedi (35) didesa yang sama, kemudian tersangka Kholil (40) di Desa Sukaraja. Selanjutnya tersangka Hadi Saputra (29) dari rumahnya di Desa Pasuruan Atas, Usup (19), Apriadi (33), Dwi Santoso (30), Hendri Samsuir (48), M Toha Aruan (41), Fridol Lumbangaol (23) dan Tia Irawan (32). Seluruhnya diringkus dari rumah masing-masing dalam selang waktu yang berdekatan. Mengetahui sudah dikepung anggota kesebelas tersangka tidak melakukan perlawanan berarti. . "Sebelas tersangka ini ada yang jadi pelaku curat (pencurian dengan pemberatan) dan penadahnya. Baut yang mereka curi disimpan di Mess PT Sentra Karya Mandiri (SKM) yang ada di Dusun Kayubi Desa Kekiling. Para tersangka mengambil dengan bertahap sejak Mei lalu jadi tidak menimbulkan kecurigaan, " lanjut Enrico detail. .

Selain meringkus tersangka, baut yang sempat hilang bisa ditelusuri dan disita. Terkumpul 68 karung baut beam dan baut blok dengan berat total 2.334 kilogram. Salah satu material untuk pembangunan pembatas Jalan Tol Trans Sumatera ditaksir bernilai Rp325 juta. (*) Laporan Topu / B968 - 15082018

@humas_poldalampung @jokowi @kapolri @mabespolri @divisihumaspolri


34