Fareastern Muslimah & Shariah@muslimah_timur_jauh

Opini Islam untuk Muslimah di Asia Tenggara - Regionally connected to the global ummah | Telegram https://t.me/FareasternMuslimah

https://web.facebook.com/MuslimahTimurJauh/

MALAYSIA: MEMIKIRKAN KEMBALI PENDIDIKAN ISLAM UNTUK MENGHASILKAN MUSLIM GLOBAL

Menteri dalam Departemen Perdana Menteri Malaysia Mujahid Yusof Rawa nampaknya optimis untuk mengubah ajaran Islam yang sempit saat ini menjadi spiritualitas yang lebih inklusif dan berbasis luas yang dapat menjadikan Islam sebagai bagian dari peradaban global yang dapat diterima. “Saya mendukung optimismenya tetapi ini adalah perjuangan yang berat. Apa yang sangat dibutuhkan adalah kerangka kerja baru untuk menggantikan perspektif PAS-Umno dan Jakim (Departemen Pembangunan Islam) dari Islam yang bersifat preskriptif, kuno, dan eksklusif. Saya mengajukan saran berikut untuk kerangka kerja baru ini. Pendidikan Islam di tingkat primer, sekunder dan tersier masih terjebak dalam kerangka parokial yang tidak memperhitungkan ide dari masyarakat global dan ko-eksistensi multi-budaya dan multi-agama. Hasilnya adalah produk lulusan yang merasa Islam bukan sebagai bagian dari masyarakat manusia yang lebih besar. Ide “aku dan orang lain” terlalu ditekankan. Para lulusan juga tidak memahami gagasan tentang “perbedaan menjadi unsur penting dari keutuhan yang bermakna”. Ada dua hal yang diperlukan untuk membuat perubahan yang berarti: Pertama, kurikulum pendidikan Islam harus menekankan kembali pada lokasi historis dan peradaban Islam di dalam keseluruhan pengalaman dan kepedulian manusia. Kedua, guru-guru tentang Islam harus dilatih kembali di bawah konstruksi peradaban manusia dan bukan hanya konstruk sempit yang “didefinisikan secara Islam”. Pada saat ini, Islam diajarkan sebagai entitas yang terisolasi di lautan “ketidaktahuan” manusia atau “kejahilliyahan”. Untuk mengklasifikasikan seluruh pengalaman manusia sebagai “tidak peduli” hanya merupakan tindakan arogansi. Yang dibutuhkan adalah bingkai baru yang lebih luas. Langkah pertama saya dalam memikirkan kembali pendidikan Islam adalah dengan menekankan hubungan historis secara langsung antara Yudaisme, Kristen dan Islam

Baca selengkapnya di fanpage kami. Klik link di bio

@muslimah_timur_jauh
@muslimah_timur_jauh
@muslimah_timur_jauh


0

Trump Kembali Kampanyekan “Terorisme Islam Radikal” Sebagai Musuh

Presiden Donald Trump berbicara di konvensi Veterans of Foreign Wars (VFW). Ia mengingatkan bahwa “terorisme Islam radikal” terus menjadi musuh. “Kami menghancurkan pembunuh-pembunuh haus darah yang dikenal sebagai ISIS, kami menyebut ancaman itu dengan nama aslinya, nama yang tidak disebutkan untuk waktu yang lama, yaitu terorisme Islam radikal,” kata Trump pada Selasa (24/07/2018). “Itulah, kalian harus tahu musuh kalian sebelum dapat mengalahkannya,” imbuhnya.

Pernyataan serupa pernah disampaikan Trump ketika pidato pelantikan dirinya pada 2017 silam. Pidato tersebut menuai kritikan tajam dari jurnalis Inggris Laura Penny yang menyebut pernyataan itu menyeramkan. “Saya menemukan hal yang mengerikan jika terorisme Islam dibingkai sebagai musuh, bukan terorisme pada umumnya. (Padahal) AS memiliki banyak (musuh),” cuitnya.

Lebih lanjut, Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat masih terlibat dalam perang di Afghanistan dan membuat kemajuan besar setelah menghapus pembatasan militer. “Mereka layak mendapatkan aturan keterlibatan yang memberi mereka kesempatan terbaik untuk akhirnya mengalahkan musuh,” katanya.

Trump berbicara tentang keinginannya untuk mencapai perdamaian dunia melalui kekuatan Amerika. “Semoga orang-orang akan melihat kami dan berkata, ‘Mari kita lewati’,” katanya, mengacu pada musuh Amerika.

Trump datang di acara tersebut bersama Sekretaris Urusan Veteran (VA) Robert Wilkie dan kepala stafnya John Kelly.

Sumber :
https://www.kiblat.net/2018/07/25/trump-kembali-kampanyekan-terorisme-islam-radikal-sebagai-musuh/

_________________________________

Iringi geliat kebangkitan umat dengan Menyebarkan Opini ini
Dari Redaksi #FareasternMuslimah
Menggiatkan opini #MuslimahTimurJauh untuk Kebangkitan Islam dari Timur

Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh


1

1 dari 5 Penangkapan terjadi di Wilayah Muslim, Xinjiang
Satu dari lima penangkapan di China tahun lalu terjadi di Xinjiang, wilayah otonomi barat yang para kritikus katakan telah menjadi sebuah ‘Negara polisi’ yang penuh dengan pelanggaran hak asasi manusia.

Menganalisa data pemerintah yang tersedia secara publik, kelompok advokasi Pembela Hak Asasi Manusia China (CHRD), menemukan 21% dari semua penangkapan di China pada tahun 2017 terjadi di Propinsi Xinjiang, yang menyumbang 1,5% dari populasi China.

Pendakwaan di Xinjiang, menyumbang 13% dari semua dakwaan yang dijatuhkan oleh pemerintah negara itu pada tahun lalu. “Baik penangkapan dan pendakwaan, terjadi peningkatan mendadak yang mengejutkan pada tahun 2017 dari tahun 2016,” organisasi itu mengatakan dalam laporannya, yang dirilis bersama dengan kelompok China lain, Equal Rights Initiative, pada Rabu. “Mengingat tingkat vonis bersalah China 99,9%, hampir setiap individu yang didakwa kemungkinan mendapat hukuman.” Laporan tersebut datang menjelang peninjauan kembali PBB, dimulai pada 10 Agustus, terkait implementasi konvensi diskriminasi ras.

Minggu ini, departemen luar negeri AS menggelar pertemuan terkait kebebasan beragama dan komisi kongres AS sedang mengadakan dengar pendapat terkait situasi di Xinjiang. “Data ini, yang datang dari pemerintah China sendiri, harus memaksa masyarakat internasional untuk bertindak”, kata Frances Eve, seorang peneliti di CHRD.

Xinjiang, rumah bagi sekitar 12 juta Muslim, kebanyakan etnis Muslim Uighur serta etnis Kazakh, telah menjadi tempat berlangsungnya kampanye “strike hard”(gebuk keras, red) pemerintah, ungkapan terhadap tindakan dengan dalih mencabut ekstrimisme dan gerakan-gerakan separatis. Wilayah itu, berukuran hampir separuh India, telah menyaksikan pecahnya kekerasan etnis pada tahun 1990-an dan pada tahun 2009.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan tindakan pemerintah China itu telah melampaui batas. Pengendalian ekspresi agama dan budaya telah meningkat di bawah sekretaris partai komunis garis keras, Chen Quanguo, yang direkrut ke Xinjiang pada tahun 2016

Baca selengkapnya di fanpage kami. Klik link di bio
@muslimah_timur_jauh


0

Anak-Anak Muslim di Linxia China Dilarang Mempelajari Agama dan Masuk Masjid
Partai Komunis atheis yang berkuasa di China telah melarang anak-anak di bawah 16 tahun dari aktivitas keagamaan atau belajar agama di Linxia, sebuah wilayah yang kebanyakan beragama Islam di China barat, yang oleh penduduk setempat katakan merupakan sebuah langkah sengaja untuk memusnahkan Islam dari wilayah tersebut.

Masjid berkubah biru masih mendominasi langit wilayah yang berjuluk “Makkah Kecil” China, namun otoritas setelah telah menetapkan serangkaian peraturan baru yang menarget Muslim China di wilayah itu.

Jumlah pelajar berusia 16 tahun ke atas yang diperbolehkan belajar di tiap masjid telah dibatasi, sementara proses sertifikasi imam baru sangat diperketat.

Otoritas juga telah memerintahkan masjid-masjid untuk menampilkan bendera nasional dan berhenti menyerukan panggilan adzan untuk mengurangi “polusi suara” – dengan pengeras suara yang telah disingkirkan dari hampir seluruh 355 masjid.

China yang memerintah Xinjiang – wilayah mayoritas Muslim lain di barat jauh – dengan tangan besi untuk menyingkirkan apa yang negara komunis itu sebut sebagai “ekstrimisme agama” dan “separatisme” di tengah kerusuhan yang mematikan.

Etnis Uyghur telah dijebloskan ke kamp-kamp re-edukasi tanpa proses hukum untuk pelanggaran kecil seperti memiliki al-Quran atau bahkan karena menumbuhkan janggut.

Sekarang, etnis Hui Muslim khawatir akan pengawasan dan penindasan yang sama. “Angin telah berubah arah” dalam setahun terakhir, kata seorang imam senior yang meminta namanya tidak disebutkan, dia menambahkan: “Terus terang, Saya takut mereka akan menerapkan langkah yang mereka terapkan di Xinjiang.” “Mereka ingin mensekulerkan Muslim, untuk memangkas Islam hingga ke akar-akarnya,” kata imam itu, dengan suaranya bergetar karena emosi yang nyaris tidak terkendali. “Hari-hari ini, anak-anak tidak diperbolehkan mempercayai agama: hanya boleh percaya pada Komunisme dan partai.” Baca selengkapnya di fanpage kami. Klik link di bio
@muslimah_timur_jauh @muslimah_timur_jauh
@muslimah_timur_jauh


4

Kematian bayi di rumah pengasuh – Tanda ketenatan ekonomi kapitalisme

Berita
MUAR: Bayi malang berusia 10 bulan, Naufal Amsyar Nabil Fikri, yang cedera parah di kepala dipercayai akibat terjatuh dari buaian di rumah pengasuhnya, menghembuskan nafas terakhir pagi tadi.

Ayahnya, Nabil Fikri Anwar, 28 tahun, ketika dihubungi Astro AWANI memaklumkan, anak tunggalnya itu meninggal dunia sekitar jam 9 pagi tadi selepas empat hari menerima rawatan di Hospital Pakar Sultanah Fatimah di sini.

Berita penuh: astroawani.com

Komentar

Saban hari, jumlah penderaan dan kematian bayi di rumah pengasuh dilihat semakin membimbangkan. Kemuncak kepada isu tersebut pada tahun ini ialah kematian adik Adam Rayqal yang amat tragis menjadi tular kerana mayatnya disembunyikan oleh pengasuh di dalam ruangan ‘freezer’ peti sejuk. Pelbagai langkah disarankan oleh pelbagai pihak, termasuklah mencadangkan supaya diwujudkan pusat asuhan bagi setiap tempat kerja sama ada di pihak kerajaan atau swasta. Selain memfokuskan isu ini kepada cadangan solusi bagaimana anak-anak kecil ini perlu dijaga ketika ibu-bapanya berkerja, masyarakat juga turut terfokus kepada isu kezaliman dan kecuaian oleh pihak pengasuh. Begitulah isu ini terus difokuskan kepada dua sudut pandang tersebut sehingga masyarakat tidak sedar, bahawa satu lagi sudut pandang telah diabaikan oleh semua pihak termasuk negara, iaitu persoalan ‘mengapa ibu bapa perlu menghantar anak-anak untuk dijaga oleh orang lain’, sedangkan menjaga anak-anak dan mengasuhnya ialah kewajipan yang terletak kepada ibu bapanya sendiri.

Hari ini, menghantar anak ke pusat asuhan (taska) atau rumah pengasuh telah menjadi trend oleh ibu bapa yang berkerja demi memastikan keluarga mempunyai tempat tinggal, pakaian dan minuman yang mencukupi. Perlu kita amati di sini, mengapakah perlunya bagi sang ibu untuk keluar berkerja sedangkan dalam Islam, si ibu ialah ‘ummu wa rabbatul bait’ (ibu dan pengurus rumah tangga) yang perlu memastikan anak-anak terperlihara dan dididik di rumah

Baca selengkapnya di fanpage kami. Klik link di bio
@muslimah_timur_jauh
@muslimah_timur_jauh
@muslimah_timur_jauh


0

Fahri Hamzah: Pemerintah Sekarang Paling Jahiliyah

Semakin resahnya umat sekarang ini karena level kejahiliyah pemerintah sekarang semakin buruk, bahkan pemerintahan sekarang paling jahiliyah. “Level kejahiliyah pemerintahan sekarang semakin buruk, jadi ini yang paling buruk yah bisa dikatakan Pemerintah yang jaman sekarang ini yang paling Jahiliyah,” tegas wakil ketua DPR Fahri Hamzah pada acara Bedah Tabloid Media Umat Edisi 217 dengan tema Radikalisme di kampus: Fakta atau Propaganda, pada Rabu (25/7/2018) di Gedung Joang, Menteng, Jakarta.

Fahri juga menegaskan kejahiliyahan ini semakin memburuk karena kekosongan narasi pada rezim sekarang. Pemerintah sekarang, menurutnya, kosong dari narasi. Rezim sekarang gagal mendefinisikan apa itu negara, apa pemerintahan itu. Termasuk gagal mendefinisikan persoalan-persoalan substantif yang menjadi sumber kegagalan negara. “Apa skala dari kerja negara itu dia tidak tahu, makanya Presiden yang sekarang itu seperti menjadi walikota Indonesia, bagi-bagi akte, padahal itu kerjaan Lurah bukan Presiden, kenapa Jokowi urus yang begituan,”ucapnya.

Lebih jauh Fahri menilai efek dari jaman kejahilian mempengaruhi kampus. Rektor kampus menjadi banyak yang bodoh, kampus sekarang dibungkam dengan berbagai lebel termasuk propaganda radikalisasi di kampus.
Fahri menjelaskan perlu mengkritisi pemerintah agar mereka tahu bahwa ada kesalahan pada pemerintahan ini. Menurutnya, umat tidak boleh putus asa dan jangan mau dipecahbelah. “Intinya kita jangan nyerah, kita lawan, kita tidak boleh pecah, umat harus bersatu hingga permasalahan dikit demi sedikit terselesaikan,“pungkasnya. []Ghifari

Sumber
https://mediaumat.news/fahri-hamzah-pemerintah-sekarang-paling-jahiliyah/

_________________________________

Iringi geliat kebangkitan umat dengan Menyebarkan Opini ini
Dari Redaksi #FareasternMuslimah
Menggiatkan opini #MuslimahTimurJauh untuk Kebangkitan Islam dari Timur
Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh


0

Ekstrimis Hindu Membunuh Seorang Muslim Karena Dituduh Melanggar “Kesucian” Sapi

Pada hari Sabtu (21/7), seorang warga Muslim India meninggal di Rajasthan, negara bagian di barat laut India, setelah dipukuli oleh sekelompok ekstrimis Hindu dengan tuduhan melanggar “kesucian” sapi.

Kepolisian India mengatakan: “Para ekstrimis Hindu mencegat dua orang Muslim yang tengah membawa dua ekor sapi, di distrik Alwar, Rajasthan. Mereka memukuli kedua orang Muslim itu dengan tongkat, dan menuduh keduanya menyelundupkan sapi.” Mayoritas umat Hindu menguduskan atau menyucikan sapi, tetapi minoritas kaum Muslim di India menjual belikan ternak guna disembelih untuk makan, dan untuk diambil susunya.

Kepolisian negara bagian Rajasthan mengatakan: “Lima hingga tujuh orang mengepung pria yang sedang berjalan dengan membawa dua ekor sapi di desanya, di negara bagian Haryana. Mereka memukulinya yang menyebabkan kematiannya, sementara rekannya berhasil melarikan diri.” “Kami sedang menyelidiki insiden itu, dan kami akan menangkap para pelaku segera,” kata Shiyam Singh, seorang pejabat polisi di distrik Alwar.

Polisi mengatakan bahwa korban itu bernama Akbar, umur 28 tahun, yang meninggal saat dibawa ke rumah sakit.

Kelompok “pengawal sapi”, yang sebagian besar berafiliasi dengan partai yang berkuasa, telah membunuh sedikitnya 20 orang dalam 15 bulan terakhir dengan tuduhan melanggar kesucian sapi.

Sebelumnya, pengadilan tinggi India meminta pemerintah federal agar membuat undang-undang untuk menindak aksi-aksi serangan seperti ini, yang dinilainya sebagai tindakan brutal dan biadab[] Sumber :
https://mediaumat.news/ekstrimis-hindu-membunuh-seorang-muslim-karena-dituduh-melanggar-kesucian-sapi/

_______________________________

Iringi geliat kebangkitan umat dengan Menyebarkan Opini ini
Dari Redaksi #FareasternMuslimah
Menggiatkan opini #MuslimahTimurJauh untuk Kebangkitan Islam dari Timur

Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh


1

Pemuda Muhammadiyah Minta Kapolri Setop Mengkreasi Stigma Soal Terorisme
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengkritisi langkah Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang dinilai memonopoli kebenaran terkait isu terorisme.

Menurutnya, tidak tepat jika orang yang bersimpati atau membela hak-hak hukum dan kemanusiaan disebut sebagai pendukung “teroris”. “Siapapun manusianya membela hak-hak hukum mereka itu wajib,” ujarnya kepada hidayatullah.com di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (17/07/2018). Dahnil menyampaikan, narasi yang monolog berpotensi pada abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan). Ia mencontohkan, bagaimana ada kasus Siyono yang sampai hari ini tidak diselesaikan. Dan Pemuda Muhammadiyah juga telah membuktikan bahwasanya Siyono meninggal bukan karena melakukan perlawanan, tetapi memang karena adanya tindakan kekerasan oleh aparatur kepolisian. “Pak Tito jangan lupa loh, itu hasil autopsi dari tim dokter forensik Muhammadiyah dan Polda Jateng. Jadi ada fakta begitu,” ungkapnya.

Belum lagi, kata Dahnil, ada juga fakta-fakta salah tangkap, salah tembak, dan sebagainya. “Lantas polisi enggak mau dikoreksi? Jadi menurut saya aparatur kepolisian, terutama Pak Tito berhenti begitu. Berhenti mengkreasi stigma terhadap mereka yang berusaha mencari keadilan sebagai orang-orang yang pro teroris. Itu berbahaya loh,” jelasnya.

Ia menegaskan, monolog seperti itu berbahaya sekali, seolah-olah kebenaran hanya ada di pihak aparatur kepolisian. Padahal ada fakta salah tangkap, fakta-fakta kekerasan, dan sebagainya. “Masa polisi anti koreksi? Jadi saran saya, Pak Tito enggak boleh anti kritik. Dan itu semua karena kita sayang dengan polisi. Karena ada fakta yang manipulatif terkait dengan penanganan terorisme, politik, dan pilkada. Jadi saran saya jangan anti kritik,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan media online, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, Polri akan menangkap orang yang terlibat aksi teror termasuk bagi mereka yang bersimpati kepada terorisme

Baca selengkapnya di fanpage kami. Klik link di bio
@muslimah_timur_jauh
@muslimah_timur_jauh
@muslimah_timur_jauh


2

Setia Kepada Kebenaran

Namanya Abdullah. Lengkapnya, Abdullah bin 'Utsman bin 'Amir bin 'Amr bin Ka'ab. Kita mengenalnya dengan nama kuniyah berikut gelarnya, Abu Bakar ash-Shiddiq.

Lelaki ini terus hidup dengan gelar yang amat agung. Abu Bakar adalah seseorang yang dekat dengan kebenaran, membenarkan yang benar, dan senantiasa membicarakan hal-hal yang benar.

Ia dekat dengan kebenaran karena ia karib sang Nabi. Ia selalu mendapati hal-hal yang benar karena terus mendampingi manusia mulia tersebut. Abu Bakar pula yang menemani Rasulullah dalam hijrah yang berat.

Menapak bumi berdua, bersembunyi, berjalan memutar menuju Madinah. Ia tak hanya kawan perjalanan, tapi sekaligus menjaga sang Nabi SAW lewat ikhtiarnya, meski ia tahu Allah SWT lebih kuat penjagaannya.

Ia membenarkan yang benar. Ia berdiri di barisan orang-orang beriman yang masih sedikit saat kaumnya mendustakannya. Ia membenarkan sahabat terdekatnya meski lebih banyak orang lain saat itu yang mengingkarinya.

Termasuk, saat orang-orang kafir Quraisy menertawakan Isra dan Mi'rajnya Nabi SAW. Mereka tentu amat tak percaya ada seorang manusia pada zaman itu yang sanggup menempuh perjalanan dari Makkah ke Baitul Maqdis dalam semalam. "Teman kamu (Muhammad) mengaku-ngaku telah pergi ke Baitul Maqdis dalam semalam," olok-olok para penduduk Makkah. "Jika ia (Muhammad) berkata demikian," jawab Abu Bakar, "maka ia benar." Keimanan memang jauh melebihi akal dan logika yang bisa dijangkau manusia. Orang-orang di masa itu menyangkal berita Isranya Nabi Muhammad SAW, tak masuk akal. Namun, lelaki yang selalu setia di sisi Nabi SAW ini lebih paham sejawatnya dibanding siapa pun. Ia memilih memakai logika iman. Sebab, di dadanya sudah bergemuruh keyakinan kuat tentang keimanan. Maka, ia membenarkan hal-hal yang tak masuk logika kaumnya. Sebab itu, ia digelari ash-Shiddiq.

Allah SWT pun menyebut lelaki yang bijaksana itu dengan sebutan ash-Shiddiq. "Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan yang membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (QS az-Zumar [39]: 33)

Baca selengkapnya di fanpage kami. Klik link di bio

@muslimah_timur_jauh
@muslimah_timur_jauh
@muslimah_timur_jauh


0

Harus Dinilai Positif, Meningkatnya Keinginan Publik akan #Syariah #Islam

Meningkatnya publik yang menginginkan syariah Islam dijadikan aturan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti yang ditunjukkan dalam survei, harus dinilai sebagai sesuatu yang sangat positif. “Memang kesadaran masyarakat untuk kembali kepada syariah Islam semakin meningkat. Survei ini bukan survei yang pertama kali, ini tentunya harus dilihat sebagai sesuatu yang sangat positif,” ungkap pengamat politik dunia Islam Farid Wadjdi dalam wawancara live dengan Radio Dakta 107 FM pada segmen Sorotan Dunia Islam, Rabu (18/7/2018) pagi.

Setidaknya ada dua hal yang menjadi alasan sehingga harus dinilai demikian. Pertama, karena syariah Islam itu berasal dari Allah SWT. “Artinya, kalau umat Islam menjalankan ini pasti akan memberikan kebaikan kepada umat Islam termasuk kepada negeri ini,” bebernya.

Kedua, hasil survei ini seharusnya dipahami secara wajar bahwa syariah Islam sebagai solusi. “Jangan dianggap sebagai monster yang seolah-olah akan menghancurkan negeri ini,” tegasnya.

Farid juga menyatakan kapitalisme sekarang ini mengalami goncangan yang luar biasa, bukan hanya di Indonesia tetapi juga dalam skala internasional. Sementara di Indonesia, kapitalisme telah gagal memakmurkan masyarakat, di sisi lain kekayaan alam Indonesia telah dirampok oleh perusahaan-perusahaan asing karena prinsip-prinsip kapitalisme. “Jadi ini harus dipahami secara wajar, secara normal dan secara positif,” pungkasnya.

Sebelumnya survei yang dihelat LSI Denny JA menemukan bahwa publik yang pro terhadap NKRI Syariah mengalami peningkatan. LSI Denny JA menemukan, peningkatan tersebut terjadi sejak tahun 2005 hingga tahun 2018.

Peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa menyebutkan, persentase publik yang pro terhadap NKRI Syariah mencapai 4,6 persen pada tahun 2005. Kemudian, angka tersebut naik menjadi 7,3 persen pada tahun 2010. Pada tahun 2015, angkanya kembali naik menjadi 9,8 persen. Hingga akhirnya pada tahun 2018, [...] Baca selengkapnya di fanpage kami 😊 Klik link di bio

Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh


2

Tujuh Perumpamaan Orang Mukmin

Oleh: Ali Akbar Bin Agil

DALAM hadits, Rasulillah Muhammad banyak menyampaikan/memberikan perumpamaan. Semua Perumpamaan itu dimaksudkan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berakal.

1. Bagaikan Pohon : “Perumpamaan seorang mukmin seperti tanaman, angin menerpanya ke kiri dan ke kanan. Seorang mukmin senantiasa mengalami cobaan. Sedangkan perumpamaan orang munafik seperti pohon yang kuat tidak pernah digoyangkan angin sampai ia ditebang.” (al-Hadits)

2. Bagaikan Bangunan “Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” [Shahih Muslim No.4684]

3. Bagaikan Tubuh “Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

4. Bagaikan Cermin “Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Jika dia melihat suatu aib pada diri saudaranya, maka dia memperbaikinya.” [sanadnya Hasan]

5. Bagaikan Lebah “Perumpamaan seorang Mukmin seperti lebah, apabila ia makan maka ia akan memakan suatu yang baik. Dan jika ia mengeluarkan sesuatu, ia pun akan mengeluarkan sesuatu yang baik. Dan jika ia hinggap pada sebuah dahan untuk menghisap madu ia tidak mematahkannya.” (HR. Al-Baihaqi]

6. Bagaikan Pohon Kurma

Artinya: ” Perumpamaan seorang mukmin itu seperti pohon kurma, apapun yang engkau ambil darinya pasti bermampaat bagimu.” (HR: Thobrani)

7. Bagaikan Emas

Artinya: “Perumpamaan seorang mukimin seperti lempengan emas, kalau engkau meniupkan (api) diatasnya ia menjadi merah, kalau engkau menimbangnya, tidaklah berkurang.” (HR. Baihaqi)

Baca selengkapnya di fanpage kami 😊 Klik link di bio

Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh


0

Laporan BPK: Negara Rugi 185 Triliun Karena Freeport
Wakil DPR RI membacakan laporan Badan Pengawas Keuangan (BPK) bahwa negara mengalami kerugian Rp 185 triliun oleh Freeport.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikannya dalam acara Indonesia Lawyers Club tvOne.

Dalam akun Youtube Indonesia Lawyers Club tvOne yang diunggah pada Selasa (17/7/2018) dengan judul Kritik Keras! Fahri Hamzah Tuding Deal Freeport Dipaksakan, Demi Politik, Fahri menilai jika pejabat di pemerintah seperti pedagang. “Saya berpikir semuanya jadi pedagang, makanya semua bisa buat deal dengan Inalum,” ujar Fahri Hamzah.

Setelah itu, Fahri Hamzah lantas meminta Ali Ngabalin untuk berbicara sebagai jubir negara bukan pedagang.

Fahri Hamzah lantas melanjutkan pernyataannya bahwa ia berharap agar pemerintah menyikap Freeport sesuai aturan negara seperti yang telah diatur dalam konstitusi.

Fahri berharap agar semua pejabat yang mengatur soal sumber daya alam mengikuti aturan negara.

Kemudian, Fahri membandingkan Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. “Maka jangan jadikan presiden kita seperti pemilik perusahaan Perseroan Terbatas (PT). Dia harus jadi kepala negara, kalau PT, presiden kita enggak bisa ngalahin Donald Trump, itu berat. Donald Trump itu handuk kering aja kalau diperas dia keluar airnya. Semua itu Raja-raja Arab dia bikin kocar-kacir, abis itu dia peres duitnya,” ujarnya.

Anggota Dewan asal NTB itu lantas menegaskan agar deal-deal terkait sumber daya alam merujuk kembali ke pasal 33 UUD 1945.

Sumber
https://ift.tt/2L8Zn7O

________________________________

Iringi geliat kebangkitan umat dengan Menyebarkan Opini ini
Dari Redaksi #FareasternMuslimah
Menggiatkan opini #MuslimahTimurJauh untuk Kebangkitan Islam dari Timur

@muslimah_timur_jauh
@muslimah_timur_jauh


3