Fareastern Muslimah & Shariah@muslimah_timur_jauh

Opini Islam untuk Muslimah di Asia Tenggara - Regionally connected to the global ummah | Telegram https://t.me/FareasternMuslimah

https://web.facebook.com/MuslimahTimurJauh/

1,977 posts 25,795 followers 142 following

7 Fakta Ketimpangan Sosial di #Indonesia Semakin Meningkat oleh INFID (International NGO Forum on Indonesian Development)

Berdasarkan sumber dan ranah ketimpangan pada laporan tersebut, yaitu a) ketimpangan penghasilan; b) ketimpangan kesempatan mendapat pekerjaan; c) rumah/tempat tinggal; d) harta benda; e) kesejahteraan keluarga; f) kesempatan dan tingkat pendidikan; g) kualitas lingkungan tempat tinggal; h) keterlibatan politik; i) hukum; dan j) kesehatan, didapatkan fakta:
1. Secara keseluruhan, 84% responden (dari total sampel 2250 orang) mempersepsikan adanya ketimpangan sosial setidaknya pada satu ranah. Hal ini bisa dikatakan bahwa 8 dari 10 orang Indonesia mempersepsi adanya ketimpangan.

2. Dari survey ini juga diketahui bahwa ketimpangan antara orang kaya dengan orang miskin di Indonesia termasuk yang terburuk. Menurut laporan Credit Cruisse (lembaga keuangan Swiss) yang dirilis pada akhir tahun 2016, 1% orang terkaya di Indonesia, menguasai 43% kekayaan nasional (Credit Suisse, 2016)

3. Derajat ketimpangannya tergolong tinggi, terlihat dari penilaian responden yang lebih banyak memilih "timpang" hingga "sangat timpang". Angka ini menunjukkan adanya peningkatan ketimpangan dibandingkan dengan tahun lalu, sehingga bisa dikatakan bahwa berdasarkan data yang didapat, ranah-ranah yang disebutkan i lebih buruk dalam hal ketimpangan dibandingkan dengan tahun lalu.
4. Perbandingan skor ketimpangan antara Indonesia wilayah Barat (Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan) dan Timur (Sulawesi, NTB, NTT, Maluku, Gorontalo, Papua, Papua Barat mengalami kenaikan dari tahun 2016 ke 2017. Pada aspek total jenis ketimpangan, indeks di wilayah Barat adalah 5.25 dan wilayah Timur 5.46. Sedangkan pada aspek warga yang mengalami setidaknya satu ketimpangan, warga di wilayah Barat memiliki persentase 84% dan wilayah Timur 83%. 5. Dari 10 sumber dan ranah ketimpangan, penghasilan dan kesempatan mendapatkan pekerjaan dirasakan oleh warga sebagai ranah yang paling timpang dan paling besar peranannya dalam menghasilkan ketimpangan sosial

Baca selangkapnya di fanpage kami. Klik link di bio

Follow @muslimah_timur_jauh


0

TAHUN DUKA DAN KESABARAN

Oleh: KH Hafidz Abdurrahman

Bulan Rajab tahun 10 kenabian [Syah Najib Abadi, Tarikh Islam, juz I/120], setelah enam bulan meninggalkan pemboikotan di Syi’b Abi Thalib, Abu Thalib sakit keras hingga meninggal dunia [Abdullah an-Najadi, Mukhtashar as-Sirah, hal. 111]. Ada yang mengatakan, bahwa Abu Thalib meninggal dunia di bulan Ramadhan, tiga hari sebelum wafatnya Khadijah radhiya-Llahu ‘anha [Mubarakfuri, ar-Rahiq al-Makhtum, 115]. Dalam kitab Shahih al-Bukhari, disebutkan, ketika Abu Thalib menjelang wafat, Nabi SAW masuk ke rumahnya. Di sana sudah ada Abu Jahal. Baginda SAW berusaha menuntunnya, “Wahai Paman, ucapkanlah “La ilaha illa-Llah.” Kata, yang dengannya, aku bisa gunakan sebagai hujah untuk meringankanmu di hadapan Allah.” Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah, “Wahai Abu Thalib, kamu membenci agama Abdul Muthallib?” Keduanya terus meneror Abu Thalib dengan kata-kata, hingga akhirnya Abu Thalib mengucapkan kata-kata, “Tetap mengikuti agama Abdul Muthallib.” Nabi SAW pun berucap, “Kalau begitu, aku akan memintakan ampunan untukmu, selama aku tidak berhasil mencegahmu.” Saat itulah, Allah SWT menurunkan firman-Nya, “Tidak layak bagi seorang Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan untuk orang musyrik, sekalipun mereka adalah kerabat dekat, setelah tampak bagi mereka, bahwa mereka [orang musyrik] itu adalah penghuni neraka Jahim.” [TQS at-Taubah: 113] Allah SWT juga menurunkan ayat lain, “Sesungguhnya, Engkau tak akan pernah bisa memberikan hidayah kepada siapa saja orang yang Engkau cintai.” [TQS 28: 56] [Lihat, Shahih al-Bukhari, Juz I/548]

Setelah dua atau tiga bulan Abu Thalib wafat, Ummil Mukminin, Khadijah al-Kubra, radhiya-Llahu ‘anha, wafat menghadap Allah. Beliau wafat di bulan Ramadhan, tahun 10 kenabian. Usianya ketika itu 65 tahun. Rasulullah SAW sendiri saat itu usianya 50 tahun [Lihat, Ibn al-Jauzi, at-Talqih, hal. 7; al-Manshur Fauri, Rahmatan li al-‘Alamin, Juz II/164]

Baca selengkapnya di fanpage kami. Klik link di bio
Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh


0

Bukan Sekadar Menjadikan Orang Islam Berkuasa
Oleh : Muhammad Ismail Yusanto (Juru Bicara HTI)

Apa sih yang Parpol Islam perjuangkan?
Ada tiga kemungkinan. Pertama, hanya ingin orang Islam berkuasa. Kedua, ingin orang Islam berkuasa dan sekedar mewarnai, misalnya hanya dengan merubah aspek moralitasnya. Ketiga, ingin orang Islam berkuasa, sekaligus bisa memimpin dengan cara Islam.

Kalau yang kita maui itu yang ketiga, maka perjuangan yang dilakukan bukan sekedar menjadikan orang Islam berkuasa, tetapi bagaimana juga agar sistem yang berjalan itu adalah sistem Islam. Karena hanya bila sistem Islam itu berjalan maka dia bisa memimpin dengan cara Islam.

Sebab kalau sistem Islam itu tidak berjalan maka dia tidak akan mungkin memimpin dengan cara Islam. Agar sistem Islam berjalan berarti kita memerlukan perjuangan politik yang ideologis. Karena ini memerlukan perubahan sistem, dari sistem yang lama ke sistem yang baru. Itulah yang disebut dengan perubahan ideologis. Perubahan ideologis itu dilakukan oleh parpol Islam yang ideologis.

Kalau tetap mengusung Islam suara sedikit bagaimana?

Ada dua model politik, yakni politik perubahan dan politik pemilu. Kalau yang dimaksudkan itu adalah perjuangan politik pemilu memang orientasinya memperbesar suara. Maka fikiran kita adalah bagaimana memikat hati orang.

Itulah yang membuat parpol Islam mengikuti pula pola dari parpol non Islam sekedar untuk memikat pemilih. Kalau kemudian dia merasa keislamannya itu menjadi penghalang orang lain untuk memilih, maka kecenderungannya dia akan melepaskan keislamannya itu untuk membuat nyaman orang untuk memilih.

Sedangkan politik perubahan adalah parpol Islam melakukan perjuangan politik bukan untuk meraih kemenangan dalam pemilu tetapi bagaimana melakukan perubahan-perubahan politik.

Perubahan politik itu ada yang formal prosedural dan formal non prosedural. Contoh kasus 1998, itukan formal non prosedural. Kalau prosedural kan mestinya tahun 1998 itu tidak jatuh, tetapi tetap menjadi presiden sampai 2003

Baca selengkapnya di fanpage kami. Klik link di bio

Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh


0

Mimpi Buruk Baru Amerika: Islamofobia dan Kepemilikan Senjata
Sekitar pukul 2 siang pada 14 Februari lalu, seorang pria bersenjata, berusia 19 tahun menembaki mantan guru dan teman sekelasnya di Marjory Stoneman Douglas High School di Florida, menewaskan 17 orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan tersebut bukan hanya insiden serangan ke-18 terhadap sekolah di AS sejak 1 Januari, namun juga menjadi serangan sekolah yang paling mematikan, yang juga menempati posisi kesembilan paling mematikan di AS sepanjang masa.

Pukul 06:00 keesokan paginya, pria bersenjata yang melakukan penyerangan tersebut diidentifikasi sebagai Nikolas Cruz oleh pihak berwenang, dan akan dituntut dengan 17 tuntutan pembunuhan berencana. Saat motif sebenarnya sedang didalami, profil psikologis pembunuh massal mulai dimunculkan ke publik.

Ciri yang Sudah Lazim Disematkan

Pelaku digambarkan oleh mantan teman sekelas sebagai seorang yang “aneh”, dan “penyendiri”. Berita utama tentang tragedi ini mencakup semua ciri yang umum: senjata api, masalah kesehatan mental, keterkaitan dengan rasisme terang-terangan dari kelompok sayap kanan, sebuah hubungan dengan kelompok supremasi kulit putih yang mengusung kebencian terhadap umat Islam.

Selamat datang di negeri yang penuh dengan mimpi buruk…! Sekali lagi, masih terlalu dini untuk menduga motif di pikiran si pembunuh, karena ada banyak kemungkinan, tapi tanda peringatan ada di sana. “Banyak orang mengatakan bahwa ia akan menjadi seperti itu (menjadi pembunuh),” kata seorang siswa kepada sebuah stasiun televisi di Florida. “Banyak anak-anak melemparkan lelucon di sekitar mengatakan bahwa dia akan menjadi orang yang menembak sekolah. Semua orang sudah memperkirakannya. Ini hal yang gila.” (Baca juga: Anggaran Pengeluaran Membengkak, Tanda Amerika Menuju Kehancuran?) Apa yang membuat mereka memprediksi Cruz mampu melakukan kekejaman seperti itu, siswa tersebut tidak mengatakannya, tapi kemungkinan prediksi tersebut didasarkan pada Cruz yang berulang kali diskors dari sekolah sebelum akhirnya dikeluarkan

Baca selengkapnya di fanpage kami. Klik link di bio

Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh


0

Laporan Syamina: Goyahnya Tata Dunia Liberal

Dahulu, pada tahun 1990-an, banyak orang percaya bahwa tatanan politik liberal adalah gelombang masa depan dan akan melingkupi sebagian besar dunia. Amerika Serikat dan sekutu-sekutu demokratisnya telah mengalahkan fasisme dan kemudian komunisme, dan membawa manusia menuju “akhir sejarah.” Namun kini, optimisme yang memabukkan pada tahun 1990-an berubah menjadi rasa pesimisme yang semakin meningkat—bahkan kekhawatiran—akan tatanan liberal yang ada saat ini. Kekuatan disintegrasi sedang berlangsung dan dasar-dasar dunia pascaperang sedang bergetar.

Hari ini, tatanan tersebut mendapatkan tantangan, dengan munculnya kekuatan baru yang tidak menjalankan norma-norma liberal Barat, mulai dari kelompok Islam hingga negara seperti China dan Rusia.

Banyak pakar menilai bahwa demokrasi liberal yang mengarah pada kapitalisme telah menjadi juara tatanan dunia. Mereka percaya tidak ada sistem lain yang tepat untuk saat ini kecuali demokrasi liberal. Barat banyak mengeskpor konsep negara bangsa ke seluruh dunia, bersama dengan prinsip-prinsip yang menyertainya, seperti sekularisasi dan demokrasi. Nilai-nilai Barat pun menjadi mata uang intelektual yang menjadi standar kebenaran. Tidak hanya dengan pendekatan lunak, kekerasan dan pemaksaan pun mereka lakukan, demi terpeliharanya tatanan.

Kini, revolusi melawan tatanan internasional liberal yang dibentuk pasca Perang Dunia II mulai berlangsung. Mulai dari kelompok fundamentalis Islam, kelompok etno nasionalis yang melawan Uni Eropa, hingga munculnya demokrasi illiberal di Eropa Timur.

Bagaimana semua itu bisa terjadi? Meningkatnya ketidakadilan, ketimpangan ekonomi, menurunnya kepercayaan pada demokrasi, menguatnya identitas politik dan agama diduga menjadi penyebab.

Dari semua penyebab tersebut, agama memainkan peran besar. Agama menjadi ancaman terbesar tatanan liberal saat ini. Ia memberikan sense of identity kepada pemeluknya

Baca selengkapnya di fanpage kami. Klik link di bio

Follow @muslimah_timur_jauh


4

Bertawakal dan bergantung pada Selain Allah Swt : Membatalkan #Syahadatain

Berdasarkan firman Allah : “ … dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benar benar orang yang beriman.” (Al Maidah :23) “Sesungguhnya Allah telah menolong kamu dibeberapa banyak tempat dan pada peperangan Hunain, tatkala kamu sombong dengan banyaknya jumlah kamu, tetapi tidak berfaedah bagi kamu sedikitpun, dan jadi sempit bagi kamu bumi yang luas itu, kemudian kamu berpaling sambil mundur.” (AtTaubah :25)

Dalil ini berpedoman pada pengertian Laa ilaha illa Allah yang maknanya antara lain tidak akan melakukan permohonan untuk ketenangan dan kekuatan selain kepada Allah SWT.

Tawakal bukan berarti meninggalkan kerja. Bahkan Allah SWT menyuruh kita bekerja, tetapi kita dilarang menggantungkan hidup kita pada pekerjaan itu.

Allah telah menyuruh mempersiapkan perlengkapan perang, tetapi Allah juga menyuruh kita untuk menggantungkan segala kehidupan kita hanya kepada Nya. Allah menyuruh kita bekerja dan berusaha, tetapi Ia menyuruh kita beriman bahwa Dia lah yang memberi rezeki. Dia menyuruh berobat, tetapi dengan syarat kita berkeyakinan bahwa yang menyembuhkannya hanyalah Allah SWT.

Ringkasnya, barangsiapa yang bekerja, berusaha dan berihtiar dengan tidak bertawakal dan bergantung kepada Allah, ia telah merusak syarat tadi. Sebaliknya orang yang bertawakal dan bergantung kepada Allah, tetapi tanpa daya usaha, juga ia telah merusak salah satu syarat tadi.

Disini dapat diandaikan suatu perbedaan antara orang kafir dan orang mukmin. Orang kafir, ia membanting tulang dan mengerahkan segala tenaga dan berusaha, orang mukmin juga membanting tulang dan mengerahkan segala tenaga serta berusaha, tetapi orang orang kafir, ia tidak menggantungkan harapannya kepada Allah SWT, bahkan ia menggantungkan kepada usahanya. Sebaliknya seorang muslim disamping usahanya tersebut ia menggantungkan segala harapannya kepada Allah SWT.

Baca selengkapnya di fanpage kami. Klik link di bio
Follow 👉🏼👉🏼👉🏼 @muslimah_timur_jauh
Follow 👉🏼👉🏼👉🏼 @muslimah_timur_jauh
Follow 👉🏼👉🏼👉🏼 @muslimah_timur_jauh


1

11 #Nasihat Kepada Pengemban Dakwah agar selalu Istiqomah dan Istimror di Jalan Dakwah ini :

1. Ketahuilah, kaum muslim tidak pernah mundur dari posisinya sebagai pemimpin dunia selama berpegang teguh kepada agamanya.

2. Patut diperhatikan dengan seksama bahwa usaha mengemban qiyadah fikriyah Islam adalah dalam rangka membangkitkan kaum muslim.

3. Dalam mengembangkan dakwah Islam hendaknya kita berpegang kepada satu prinsip, yaitu menyebarluaskannya sebagai qiyadah fikriyah bagi seluruh dunia.

4. Mengemban dakwah saat ini hendaknya dikembangkan dengan metode yang sama dengan masa sebelumnya, yakni dengan menjadikan metode dakwah rasul sebagai suri teladan.

5. Mengemban dakwah membutuhkan sikap terus terang dan keberanian, kekuatan dan pemikiran.

6. Mengemban dakwah Islam harus meletakkan kedaulatan secara mutlak hanya untuk mabda’ Islam.

7. Mengemban dakwah Islam hendaknya dilakukan secara serius. Seorang pengemban dakwah tidak akan mengambil jalan kompromi.

8. Mengemban dakwah mengharuskan setiap langkah memiliki tujuan dan mengharuskan pengemban dakwah senantiasa memperhatikan tujuan itu.

9. Pengemban dakwah hendaknya mengemban dakwah Islam dengan menyajikan peraturan-peraturan yang dapat memecahkan problematika manusia.

10.Ketahulah dan pahamilah: pengemban dakwah tidak akan mampu memikul tanggung jawab dan kewajiban-kewajibannya tanpa menanamkan pada dirinya cita-cita untuk mengarah kepada jalan kesempurnaan, selalu mengkaji dan mencari kebenaran.

11.Para pengemban dakwah harus menunaikan kewajibannya sebagai sesuatu yang dibebankan Allah dipundak mereka. Hendaknya mereka melakukannya dengan gembira dan mengharapkan ridha Allah. **Syaikh Taqiyuddin an Nabhani** ========== Iringi geliat kebangkitan umat dengan Menyebarkan Opini ini
Dari Redaksi #FareasternMuslimah
Menggiatkan opini #MuslimahTimurJauh untuk Kebangkitan Islam dari Timur
Twitter #MuslimahTimurJauh

Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh


3

Jangan Takut Bercita-cita Besar

Meski selalu ada mereka yang mencemooh itu muluk, utopis, ambisius karena mereka sebenarnya berfikir sempit, kaku dan kecil. Jangan takut celaan dan omongan orang

Karena cita-cita besar di sini adalah untuk #UmatMuhammadSaw, ambisi yang terbebas dari penyakit wahn

Ingatlah kata mutiara ini... Ketahuilah dan pahamilah: pengemban dakwah tidak akan mampu memikul tanggung jawab dan kewajiban-kewajibannya tanpa menanamkan pada dirinya cita-cita untuk mengarah kepada jalan kesempurnaan, selalu mengkaji dan mencari kebenaran (Syaikh Taqiyuddin an Nabhani)

Bismillahi tawakkalna 'alaLLAH

Ukhtukum,
Fika Komara ========= Iringi geliat kebangkitan umat dengan Menyebarkan Opini ini
Dari Redaksi #FareasternMuslimah
Menggiatkan opini #MuslimahTimurJauh untuk Kebangkitan Islam dari Timur

Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh


0

Staf #PBB dan UNICEF bertanggungjawab pada 60 ribu Pemerkosaan dalam Satu Dekade
Dunia sudah demikian rusak. Bahkan pekerjaan kemanusiaan pun dirusak oleh nafsu bejat tak bermoral para staf PBB ini. Korban-korban anak-anak di wilayah konflik dan bencana tidak hanya dimangsa oleh rezim-rezim predator saja, tapi juga oleh para relawan kemanusiaan bejat ini!
Andrew MacLeod, yang merupakan mantan chief of operations at the UN’s Emergency Co-ordination Centre, mengatakan para pemangsa ini mengincar korban perempuan dan anak-anak yang rentan.

Bahkan dia memperkirakan terjadi 60 ribu pemerkosaan yg dilakukan oleh staf-staf PBB, selama dekade terakhir, dengan 3300 #pedofil yang bekerja di PBB dan badan-badannya. “There are tens of thousands of aid workers around the world with paedophile tendencies, but if you wear a Unicef T-shirt nobody will ask what you’re up to,” he told The Sun. (Www.times.co.uk)

Astaghfirullah astaghfirullah tsumma astaghfirullah.. dunia butuh perubahan, dunia butuh penyelamatan! Berikan kesempatan pada #Islam untuk bekerja optimal menyelamatkan dunia! Melindungi kehormatan perempuan dan menjamin tumbuhnya generasi emas

Ukhtukum,
Fika M. Komara ===== Iringi geliat kebangkitan umat dengan Menyebarkan Opini ini
Dari Redaksi #FareasternMuslimah
Menggiatkan opini #MuslimahTimurJauh untuk Kebangkitan Islam dari Timur

Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh


3

Bagaimana Khilafah Diruntuhkan (Siri 1): Faktor Kelemahan Umat Islam

Keruntuhan Khilafah Turki Uthmaniyah secara rasmi pada 3 Mac 1924 merupakan satu peristiwa hitam dalam sejarah umat Islam. Runtuhnya sistem pemerintahan ini bererti runtuhnya ibu segala hukum syarak dan memusnahkan sebahagian besar syariat Allah SWT di bumi sehingga yang tersisa kini hanyalah melibatkan hukum berkaitan akhlak, ibadah, dan sebahagian kecil aspek muamalah seperti Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (Hukum tentang kekeluargaan). Lenyapnya Negara Khilafah menyebabkan sebahagian besar syariat berkaitan sistem ekonomi, uqubat (hukuman), pendidikan dan pemerintahan tidak dapat dilaksanakan sedangkan negara yang telah diasaskan oleh Rasulullah SAW ini dan diteruskan oleh para Khalifah selepas itu bukan sahaja telah membawa kesejahteraan hidup kepada seluruh manusia malah, memberikan sumbangan yang signifikan terhadap perkembangan ketamadunan manusia dalam setiap aspek.

Kegemilangan Negara Khilafah yang menjadi kuasa besar dunia selama 13 abad adalah hasil daripada menjadikan Islam sebagai qiyadah fikriyah (kepimpinan berfikir) sehingga berjaya mempersatukan seluruh umat Islam sebagai satu kesatuan yang utuh dengan kekuatan akidah yang sama. Negara Khilafah telah menjadi pelindung umat Islam daripada penjajahan negara-negara imperialis malah, melindungi tanah suci Palestin daripada jatuh ke tangan Zionis Yahudi. Penganut agama lain yang bernaung di bawah Negara Khilafah turut menikmati kesejahteraan hidup dan bebas mengamalkan ajaran agama mereka dengan aman dengan syarat tertentu.

Runtuhnya Negara Khilafah telah membuka ruang dan peluang kepada negara imperialis Barat merampas kekayaan sumber alam, memecah belahkan umat Islam dan menumpahkan darah manusia tanpa belas kasihan dan sifat kemanusiaan. Inilah keadaan umat Islam saat ini setelah runtuhnya Khilafah

Baca selengapnya di fanpage kami. Klik link di bio
Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh
Follow @muslimah_timur_jauh


4

Bawaslu Urusi Khutbah Jumat, Muhammdiyah: Kebesaran Baju!

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) akan membuat materi dakwah terkait penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada). Materi tersebut dibuat sebagai pengawasan terhadap khutbah Jumat agar tak menyinggung SARA terkait pilkada.

Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah, Maneger Nasution menolak rencana Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk membatasi dan mengawasi khutbah Jumat. Ia menegaskan bahwa Bawaslu tidak punya kompetensi untuk mengawasi khutbah Jumat. “Ide itu sangat menggelikan. Mandat Bawaslu itu mengawasi hajatan politik. Tapi kok punya syahwat mengurusi kurikulum khutbah Jumat segala? Apakah Bawaslu punya kompetensi soal materi khutbah Jumat?,” katanya kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Ahad (11/02/2018). “Bawaslu itu tidak punya mandat ‘mengawasi’ mimbar Jumat. Bawaslu ‘kebesaran baju’,” sambungnya.

Untuk itu, kata dia, Bawaslu harus menjelaskan soal ini ke publik. Sehingga tidak berkembang pergunjingan di publik bahwa Bawaslu dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu. “Jangan-jangan ada kelompok politik tertentu yang sedang menggunakan tangan Bawaslu dengan “ide” yang menggelikan itu? Hanya tuhan dan Bawaslu sendiri yang tahu. Tentu saja publik berharap hal itu tidak benar,” tuturnya.

Selain itu, ia juga meminta agar Bawaslu fokus menunaikan mandatnya menjadi ‘wasit’ pemilukada yang profesional. Menurutnya, Bawaslu harus memastikan bahwa KPU/KPUD menyelenggarakan seluruh tahapan Pemilu Pemilukada secara independen. “Pastikan KPU atau KPUD memfasilitasi seluruh warga negara menggunakan hak-hak konstitusionalnya. Pastikan netralitas ASN dan TNI/Polri. Pastikan tidak ada money politic dan ujaran kebencian,” tukasnya.

Sumber :
https://www.kiblat.net/2018/02/11/bawaslu-urusi-khutbah-jumat-muhammdiyah-kebesaran-baju/ ========== Iringi geliat kebangkitan umat dengan Menyebarkan Opini ini
Dari Redaksi #FareasternMuslimah
Menggiatkan opini #MuslimahTimurJauh untuk Kebangkitan Islam dari Timur

Follow 👉🏼👉🏼👉🏼 @muslimah_timur_jauh


0

Teror Hindu pada Muslim #India, Kejahatan yang Dibiarkan Negara

Sejarah India modern memiliki beberapa insiden kekerasan agama. Dalam pemisahan tahun 1947 ketika India dan Pakistan mencapai kemerdekaan mereka dari Inggris, terjadi salah satu migrasi terbesar dalam sejarah ketika Muslim meninggalkan India ke Pakistan sebaliknya Hindu dan Sikh meninggalkan Pakistan ke India. Diperkirakan antara 10 sampai 12 juta orang melintasi perbatasan antara India dan Pakistan pada tahun 1947. Dalam kekerasan berikutnya antara Muslim dengan Hindu dan Muslim dengan Sikh antara 1,5 sampai 2 juta orang kehilangan nyawa mereka.

Sejak kemerdekaan, ratusan kerusuhan agama telah terjadi di India dengan ribuan orang telah terbunuh, sebagian besar korbannya adalah minoritas Muslim India. Rakyat minoritas Muslim dan Kristen dianiaya oleh nasionalis Hindu yang tergabung dalam partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP). Fakta ini telah banyak dilaporkan di media dan oleh organisasi kemanusiaan internasional. Ada juga peningkatan kekerasan komunal dan sektarian di India. Misalnya, seorang Muslim telah dipukuli sampai mati di negara bagian Jharkhand, India timur, setelah meminta sebuah kelompok untuk berhenti bermain musik dengan keras pada Hari Tahun Baru.

Awal tahun ini, seorang pria Muslim dilaporkan terbunuh oleh gerombolan yang menuduhnya mengangkut daging sapi di mobilnya. Pada tanggal 26 Januari 2018, pemuda Hindu bentrok dengan umat Islam di Kasganj, Uttar Pradesh dimana satu orang terbunuh. Hal ini menyebabkan kerusuhan di kota selama beberapa hari.

Kelompok perlindungan sapi betina melecehkan dan menyerang orang-orang di negara bagian termasuk Gujarat, Haryana, Madhya Pradesh dan Karnataka atas dasar penegakan hukum undang-undang yang melarang pembunuhan sapi.

Sebelumnya, mayat dua pedagang ternak Muslim ditemukan tergantung di pohon di Jharkhand. Pada bulan Juni, anggota kelompok perlindungan sapi di Haryana memaksa dua pria Muslim, yang mereka duga adalah pengangkut daging sapi, untuk memakan kotoran sapi

Baca selengkapnya di fanpage kami. Klik link di bio

Follow 👉🏼👉🏼👉🏼 @muslimah_timur_jauh


3

Loading...