ThinkSmartCity.com@thinksmartcity

adalah media informasi smart city yang bertujuan untuk membangun interaksi & memfasilitasi berbagi pengetahuan antara berbagai pemangku kepentingan.

http://thinksmartcity.com/

Jakarta, KompasProperti - Meski mendapat predikat sebagai kota pintar atau smart city, sebuah kota tidak serta merta akan meraih predikat sebagai nomor satu.

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), teknologi informasi memang dibutuhkan sebagai sarana untuk menunjang percepatan pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat.

Kendati demikian, manusia yang mengoperasikan teknologi informasi (TI) adalah yang paling berperan penting dalam kemajuan sebuah kota. "Bisa kita bayangkan, kita mungkin IT-nya tidak terlalu bagus, tapi rajin mengendalikan kotanya dengan baik, dia tetap lebih bersih, tetap lebih rapi, tetap lebih menarik dibandingkan kota lain," kata JK saat pembukaan acara Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017 di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (4/5/2017). JK mengaku, masih banyak kabupaten/kota di Indonesia yang belum memanfaatkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) mereka semaksimal mungkin untuk menunjang pembangunan.

Baru sekitar 10 persen hingga 20 persen anggaran yang digunakan, sisanya diperuntukkan bagi pengeluaran rutin. "Akibatnya, apa pun alat yang Anda pakai, tetap (saja) sampah banyak karena tidak ada yang pungut, tetap selokan banjir karena tidak ada yang bersihkan. Jadi, jangan menganggap bahwa kalau anda nanti ratingnya kota cerdas langsung nomor satu, tidak. Sama sekali tidak," tuturnya

Lebih jauh, ia mengatakan, penggunaan teknologi informasi juga akan memberikan efek samping di dalam struktur birokrasi pemerintah daerah.

Salah yang terlihat yakni tidak lagi diperlukannya pejabat setingkat eselon dalam jumlah banyak untuk mengatur tata kelola pemerintahan daerah.

Bila jumlah eselon dipangkas, JK menambahkan, maka akan terjadi pengurangan besar-besaran terhadap jumlah karyawan.

Efisiensi juga akan terjadi pada penggunaan lahan perkantoran di daerah. "Jadi kantor bupati, wali kota kecil-kecil saja nanti kan. Itu risikonya, banyak hal yang berubah akibat teknologi itu," kata dia.

Sumber: properti.kompas.com

Sumber quote pada gambar: jakartaglobe.id

#smartcity #smartcityid #smartcityindonesia #pemkab #pemkot #tech #quote #kota #kotacerdas #kotapintar #smartpeople #iot


0

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2017, jadilah warga cerdas untuk mewujudkan kota cerdas.

#hardiknas2017 #smartcity #smartcityindonesia
#smartpeople
#pemkot
#pemkab


0

Nokia Smart City Playbook dari Machina Research, mengidentifikasi sejumlah best practice yang digunakan saat ini yang dapat diterapkan di kota mana saja, yaitu:

1. Menetapkan aturan, kebijakan dan struktur tata kelola yang jelas tentang bagaimana data akan digunakan.

2. Mengkoordinasikan inisiatif smart city dengan pemikiran dan kepemimpinan
3. Manfaatkanlah inisiatif cerdas yang bisa dilihat oleh warga

4. Bangun kapasitas pengadaan untuk teknologi cerdas

5. Manfaatkan kemampuan teknologi cerdas untuk merevitalisasi ekonomi lokal

6. Membangun hubungan baik dengan vendor TIK

Sumber: nokia.com

#smartcity #smartcityindonesia #kotacerdas #kotapintar #aplikasismartcity #smartgov #pemkot #pemkab #diskominfo #kominfo #dinkominfo #kota #kabupaten #provinsi


0

Rencana smart city di Indonesia, terus bergulir. Ada yang sudah menerapkan, ada juga yang belum. Untuk itu, dibutuhkan pemicu dalam bentuk pengukuran kinerja, atau rating, agar seluruh kota terpacu untuk menjadi kota pintar.

Menurut Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), yang juga Ketua Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC), Suhono Harso Supangkat, Indonesia harus melakukan pemetaan, sehingga tiap kota mampu menjadi Kota Cerdas berdasarkan potensi dan karakter lokal. "Intinya adalah mengenalkan model ukuran kematangan kota cerdas di Indonesia. Sejauh mana, tingkat kesiapan kota kota dalam membangun, sehingga warganya bisa hidup nyaman, bahagia, sejahtera yang berkelanjutan," ujar Suhono dalam keterangannya, Jumat 28 April 2017.

Menurutnya, saat ini banyak kota yang salah persepsi dalam membangun kota pintar. Bagi mereka membangun kota cerdas hanya membangun Command Center saja atau aplikasi, tetapi tidak melihat aspek ekosistem lainnya seperti manusia, budaya sebelumnya hingga tata kelola.

Inilah salah satu tujuan dari penetapan Rating atau yang disebut dengan program Rating Kota Cerdas Indonesia 2017.

Selain melakukan pengukuran kinerja pengelolaan kota terhadap pelayan masyarakat, tujuan lain dari rating adalah memberikan gambaran yang lebih komphrehensif mengenai kondisi kota dan permasalahan di dalamnya, memberikan pedoman bagi stake holder kota dalam membangun layanan kota, serta Sebagai proses evaluasi berkelanjutan dalam implementasi smart city di kota kota Indonesia. "Implementasi smart city sebagai solusi banyak dilakukan kota namun belum ada model referensi. Karena itu, dibutuhkan evaluasi dan pemetaan kondisi kota, agar tiap kota mampu berinovasi berdasarkan kondisi dan karakteristik tiap kota di Indonesia," katanya.

Sumber: viva.co.id

#smartcity #smartcityindonesia #kotacerdas #pemkot #pemkab #diskominfo #beritasmartcity #smartcityid
#thinksmartcity


0

The end of the page